JADWAL IMSAK DKI JAKARTA

Minggu, 25 Juli 2021

Waspadai 36 Titik Rawan Bencana di Jalur Mudik  

Reporter :

Editor : Bobby Chandra


Selasa, 23 Juli 2013 11:44 WIB

Jalan Pantura. ANTARA/Dedhez Anggara

TEMPO.CO, Bandung - Kepolisian dan Dinas Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Jawa Barat mencatat sedikitnya terdapat 36 titik rawan bencana alam longsor dan banjir di jalur mudik Jawa Barat. Di jalur Pantai Utara Jawa (Pantura) terdapat delapan titik rawan, jalur tengah enam titik, jalur selatan 12 titik, dan jalur penyangga 10 titik.

Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat, Inspektur Jenderal Suhardi Alius, memastikan polisi bersama pemerintah sudah menyiapkan antisipasi bila bencana tiba-tiba melanda jalur mudik. "Kami berkoordinasi untuk menempatkan alat berat eskavator di dekat titik rawan," ujarnya di Bandung, Senin sore, 22 Juli 2013.

Juru bicara Polda Jawa Barat, Komisaris Besar Martinus Sitompul, menambahkan, selain menyiagakan alat berat, polisi dan Dinas Perhubungan sudah memasang rambu peringatan di jalur sekitar area. "Kami juga sudah menyiapkan pengamanan terbuka dan tim evakuasi," katanya kepada Tempo, Selasa, 23 Juli 2013

Berdasarkan data rapat koordinasi Polda dan Dinas Bina Marga Jawa Barat, bencana yang mengancam jalur mudik dan penyangga/alternatif adalah tanah longsor, lahan ambles, dan banjir. Total personel yang disiapkan untuk menghadapi bencana alam sedikitnya 468 orang untuk 26 titik rawan bencana.

Beberapa titik rawan longsor dan banjir antara lain mengancam jalur Cileunyi-Cadas Pangeran-Sumedang-Cijelag. Jalur Nagreg-Limbangan-Gentong-Rajapolah dan jalur Nagreg-Kadungora-Leuweung Tiis-Garut. Juga jalur Ciamis-Banjar-Batas Jawa Tengah.

Di jalur alternatif dan wisata, bencana longsor dan banjir mengancam jalur Majalaya-Cijapati-Garut. Jalur Bandung-Lembang-Tangkuban Parahu-Jalan Cagak-Subang. Jalur Purwakarta-Wanayasa-Cagak-Cikaramas-Sumedang. Jalur Cipasung-Kuningan-Waled-Ciledug-Losari. Serta jalur Majelengka-Talaga-Wado-Malangbong.

Jalur alternatif dan wisata Soreang-Ciwidey-Rancabali-Balegede-Naringgul-Cianjur Selatan. Jalur Cianjur-Sukanagara-Sindang Barang-Cianjur-Selajambe-Cobogo-Cibeet. Jalur Bandung-Pangalengan-Talegong-Cisewu-Rancabuaya Garut. Dan jalur Cikajang-Cilauteureun.

Titik-titik rawan longsor dan tanah ambles juga terdapat di jalur tol Cikampek dan Purwakarta-Bandung-Cileunyi. Juga di jalur kereta api Jakarta-Purwakarya-Bandung-Garut-Tasikmalaya-Banjar.

ERICK P. HARDITerhangat:Front Pembela Islam | Bisnis Yusuf Mansur | Daging Impor

Baca juga:Ganjar Pranowo: Aneh, Kepala Dinas Touring MogeJokowi: Anggaran Rp 26,6 Miliar untuk Dana TaktisSyamsir Alam Girang Dipanggil ke Timnas Indonesia

 

KOMENTAR

JADWAL IMSAK DKI JAKARTA

Minggu, 25 Juli 2021

Terpopuler