JADWAL IMSAK DKI JAKARTA

Rabu, 4 Agustus 2021

Satu Kompi Sniper buat Atasi Bajing Loncat Pantura

Reporter :

Editor : Dwi Arjanto


Jumat, 19 Juli 2013 18:53 WIB

Kendaraan pemudik dari arah Barat ke Timur berjalan melambat di jalur pantura, Brebes, Jateng, (15/8). Pada H-4 jalur pantura mulai terlihat padat dan diperkirakan lonjakan arus mudik terjadi pada H-3 dan H-2. ANTARA/Oky Lukmansyah

TEMPO.CO, Surabaya - Kepolisian Daerah Jawa Timur mengerahkan satu kompi penembak jitu Brigade Mobil di kawasan Pantai Utara Jawa Timur selama arus mudik dan balik Lebaran pada Agustus 2013 mendatang. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi tindak kejahatan bajing loncat, terutama di jalur Tuban-Surabaya.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jatim, Komisaris Besar Awi Setiyono, mengatakan Kapolda Jatim telah memerintahkan pengamanan secara ketat di jalur Tuban-Surabaya terkait aksi bajing loncat di daerah tersebut. "Satu kompi sniper Brimob Polda Jatim dikerahkan di sana," kata Awi kepada wartawan, Jumat siang, 19 Juli 2013, di Mapolda Jawa Timur. Menurut Awi, berdasarkan pemetaan jajaran, jalur rawan kriminal di Jawa Timur saat arus mudik adalah jalur Pantura Tuban-Surabaya.

"Untuk wilayah lain masih cukup kondusif," katanya. Awi mengatakan, Polda Jatim saat ini juga tengah menggelar Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) per Jumat, 19 Juli 2013, hingga 28 Agustus 2013 mendatang. "Operasi Pekat digelar 10 hari," katanya. Sasaran Operasi Pekat ini, kata Awi, adalah perjudian, perdagangan minuman keras, prostitusi, pornografi, serta pornoaksi. Operasi Pekat ini akan digelar di seluruh jajaran Polda Jatim.

Sementara itu, di Garut, para pemudik yang akan melintas di jalur selatan Jawa Barat diminta untuk waspada. Soalnya, ruas jalan yang akan dilalui minim rambu lalu lintas dan penerangan jalan umum. Padahal jalan nasional tersebut merupakan jalur utama yang kerap dilalui para pemudik dari Jakarta menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Akibatnya, bila malam hari, kondisi jalan gelap gulita. Ruas jalan yang sangat minim rambu ini terjadi selepas Nagreg, Kabupaten Bandung, tepatnya di wilayah Limbangan-Malangbong, Kabupaten Garut, sepanjang 37 kilometer.

Berdasarkan pengamatan Tempo, rambu yang kurang itu di antaranya petunjuk jalan berkelok, menanjak, turunan, rambu peringatan, longsor, dan rambu daerah rawan kecelakaan. Tak hanya itu, banyak ruas jalan yang tidak dipasangi lampu penerangan jalan. Sedikitnya terdapat 20 lampu penerangan jalan dari solar cell di kawasan Malangbong, yang baru dipasang tahun lalu, hanya tinggal tiangnya.

DAVID PRIYASIDHARTA | SIGIT ZULMUNIR

Berita Terpopuler:Bentrok dengan Warga, FPI Dikepung di Masjid FPI Berlagak Jagoan, Warga MelawanBegini Kronologi Bentrok FPI di Ken

 

KOMENTAR

JADWAL IMSAK DKI JAKARTA

Rabu, 4 Agustus 2021

Terpopuler