JADWAL IMSAK DKI JAKARTA

Jumat, 30 Juli 2021

Waktunya Kue Lebaran Pakai Baju Baru

Reporter :

Editor : Retno Endah Dianing Sari


Kamis, 4 Juli 2013 12:37 WIB

Pekerja di sentra kerajinan kue Desa Mersi Kecamatan Purwokerto Timur Banyumas, sibuk membuat aneka kue Lebaran, Minggu (29/7). Meski Lebaran masih beberapa pekan kedepan namun omzet bisnis kue lebaran dan kebutuhan bahan baku sudah meningkat hingga 5 kali lipat. Selain dijual di Banyumas, kue Lebaran berbagai varian ini juga dijual ke berbagai daerah di Jawa Tengah. TEMPO/Aris Andrianto

TEMPO.CO, Jakarta - Apa yang melayang di benak Anda jika mendengar kastangel? Lebaran dan gurihnya keju kering di meja-meja ruang tamu. Tampakmya imaji itu tahun ini harus berubah. "Saat ini banyak orang tua yang sudah jarang ajak anaknya buat kue bareng, padahal tidak perlu ciptakan kue baru, beri sentuhan sedikit anak-anak pasti suka," ujar Atiek Fatimah, Senior Brand Manager Blue Band dalam acara Candy Pop Cake and Cookies di Hotel Dharmawangsa, Rabu, 3 Juli 2013.

Tradisi membuat kue lebaran menurut Atiek perlahan memudar. Karena kesibukan maupun karena kemudahan memperoleh kue-kue lebaran, baik dengan membeli maupun pesan. Padahal ingatan berjibaku di dapur jelang hari raya, kata dia : " Bisa menjadi ikatan yang menyenangkan saat dewasa nanti."

Kenangan itu pula lah, yang dirasakan Chef Degan Septoadji. Pria yang juga juri Master Chef Indonesia itu, selalu mengingat satu kue buatan sang bunda. "Ibu saya itu tidak suka buat kue dibanding tante dan nenek, tapi kastangelnya paling enak," ujar dia. 

Untuk mencona mengembalikan ramainya kesibukan di dapur jelang idul fitri, Chef Degan sudah membuat 10 ramuan yang bisa dicoba para ibu dan anak di rumah. Semuanya ditulis di situs blueband.co.id, ada Candy Pop Choco, Candy Pop Nastar, Candy Pop Kastangel, Candy Pop Snow, Candy Pop Melt, Candy Pop Lemon, Candy Pop Fun, Candy Cake, Candy Pop Orang dan Candy Pop Marble.

"Kenapa Candy Pop, idenya ini seperti tren Rainbow Cake dan Red Velvet," ujar Chef Degan. Dua jenis kue itu sebenarnya adalah kue yang sudah lama dikenal orang, tapi karena modifikasi warna jadi tren kembali dan disukai anak muda. Diharapkan dengan mengubah warna dan penampilan kue klasik lebaran, anak-anak dan remaja tertarik kembali ke dapur untuk membuat kue bersama sang bunda. "Kue klasik lebaran pun jadi naik ke level yang berbeda."

DIANING SARI

 

KOMENTAR

JADWAL IMSAK DKI JAKARTA

Jumat, 30 Juli 2021

Terpopuler