JADWAL IMSAK DKI JAKARTA

Sabtu, 24 Juli 2021

Pemerintah Akan Evaluasi Program Mudik Bersama  

Reporter :

Editor :


Kamis, 16 Agustus 2012 15:20 WIB

Para pemudik menaiki kapal KM Lambelu tujuan Ambon, Ternate, dan Papua, di Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar, untuk pulang kampung dan merayakan Lebaran bersama keluarga mereka (13/8). TEMPO/Iqbal Lubis

TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono mengatakan akan melakukan evaluasi terhadap proses pelaksanaan program mudik bersama.

Tingginya animo masyarakat terhadap aktivitas mudik bersama ini disebut Bambang merupakan bukti jika masyarakat tertarik dengan pelaksanaan mudik bersama.

“Akan kami evaluasi dulu, tidak tertutup kemungkinan akan diadakan setiap tahun,” katanya usai melepas rombongan mudik bersama yang diselenggarakan Kementerian Perhubungan di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis, 16 Agustus 2012.

Bambang sendiri memberikan apresiasi kepada pihak-pihak yang telah mengadakan acara mudik bersama. Hal itu disebutnya mampu menekan angka kemacetan yang terjadi di jalur mudik dan menekan angka kecelakaan.

“Apalagi yang sering menjadi korban kecelakaan adalah pengendara sepeda motor, yang tahun lalu persentasenya mencapai 70 persen dari total kasus kecelakaan,” katanya.

Acara mudik yang diselenggarakan Kementerian Perhubungan disebutkan Bambang merupakan yang kedua kalinya. Namun, dia mengatakan pelaksanaan mudik bersama tahun lalu masih kurang disosialisasikan dengan baik. “Karena itu yang ikut hanya 300 orang, minim sekali,” katanya.

Bambang sendiri menyatakan acara mudik bersama ini dilakukan untuk mengoptimalkan segala sarana dan prasarana yang ada. Pengoptimalan itu disebutnya juga untuk meredam angka kepadatan dan kecelakaan lalu lintas, khususnya di jalur Pantura.

“Tahun ini jumlah pemudik sepeda motor diprediksi berjumlah 2,5 juta unit, dan 1 juta di antaranya diperkirakan berasal dari daerah Jabodetabek dengan tujuan Jawa Tengah,” katanya.

Pemerintah, disampaikan Bambang, berjanji situasi mudik pada tahun-tahun mendatang akan menjadi lebih baik. Soalnya sejumlah proyek yang sedang digarap saat ini diperkirakan sudah bisa selesai dalam tahun depan. “2013 jalur kereta double track sudah jadi, dan kalau jalan tol Transjawa sudah jadi situasinya akan berbeda,” katanya.

Berdasarkan data Kementerian Perhubungan, jumlah peserta mudik bersama dengan KRI Banda Aceh itu diikuti oleh 940 motor dengan 1.741 orang. Jumlah itu belum termasuk pemberangkatan gelombang kedua yang akan dilaksanakan tanggal 18 Agustus, yang diikuti oleh 230 unit motor dan 406 orang.

Pemerintah memprediksi pemudik tahun ini akan berjumlah 25 juta orang, dengan 16,5 juta orang diprediksi akan menggunakan transportasi umum.

DIMAS SIREGAR

 

KOMENTAR

JADWAL IMSAK DKI JAKARTA

Sabtu, 24 Juli 2021