JADWAL IMSAK DKI JAKARTA

Selasa, 27 Juli 2021

Pemudik Diminta Hindari Jalur Sekitar Hutan Sidayu

Reporter :

Editor :


Kamis, 16 Agustus 2012 03:05 WIB

Seorang pekerja meratakan tanah di jalan raya Turi, Lamongan, Jawa Timur (25/8). Perbaikan ini untuk meperlancar arus mudik dan ditarget selesai sebelum hari raya H-7. Foto: ANTARA/Syaiful Arif

TEMPO.CO , Surabaya: Kepala Dinas Perhubungan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Jawa Timur, Wahid Wahyudi, minta pemudik berhati-hati di sekitar kawasan Pantura. Kewaspadaan harus ditingkatkan karena di Pantura Jawa Timur tepatnya di sekitar hutan Sidayu hingga Wisata Bahari Lamongan terdapat jalan bergelombang dan penyempitan jalan. "Kalau bisa hindari kawasan ini," kata Wahid, Rabu 15 Agustus 2012.

Jalur ini sebenarnya mulai diperbaiki sejak beberapa bulan silam. Namun perbaikan terpaksa dihentikan sejak H-14 karena berdekatan dengan jadwal mudik.

Wahid mengimbau pemudik yang akan melalui Pantura memilih jalur Pantura tengah, yaitu jalur Pantura melalui kota Lamongan. Di jalur Pantura tengah ini, Wahid menjamin kondisi jalan sudah mulus dan super lebar. Hanya ada satu titik yang menyempit yaitu di sekitar Duduk Sampean. Itu pun diyakini tak akan menimbulkan kemacetan yang serius.

Selain Pantura, jalan bergelombang juga masih akan menghantui pemudik yang masuk Jawa Timur dari arah tengah khususnya di sekitar hutan Jati Mantingan, Ngawi. "Di jalur ini bahkan banyak pohon yang rawan tumbang," ujar Wahid.

Untuk mensiasatinya, pihaknya telah menempatkan posko di sekitar hutan yang dilengkapi dengan peralatan gergaji kayu.

Sementara itu, untuk memperlancar arus mudik, mulai Rabu, 15 Agustus 2012, diberlakukan larangan bagi seluruh kendaraan berat bersumbu lebih dari dua seperti truk fuso, truk tronton, truk kontainer, serta truk gandengan melintas seluruh jalanan di Jawa Timur.

Kepala Bidang Angkutan Jalan Dishub Jawa Timur, Sumarsono mengatakan, larangan ini tidak berlaku bagi truk pengangkut Bahan Bakar Minyak, LPG, hewan ternak, bahan pokok, susu segar, air mineral serta bahan antaran pos.

"Untuk bahan ekspor impor yang akan dikirimkan, masih bisa asal izin dulu ke kami," kata Sumarsono. Izin bagi barang ekspor impor akan diberikan jika barang tersebut mendesak dan jika tidak terkirim akan mengganggu stabilitas perekonomian.

FATKHURROHMAN TAUFIQ

Berita lain:Ular Piton dengan 87 Butir Telur DitemukanPengacara Djoko Susilo Juga Kuasa Hukum Mabes PolriKasus Simulator SIM, Ada Upaya Selamatkan Djoko?Polemik Simulator SIM, Kapolri Kumpulkan PengacaraFoke Salami Rhoma di Syukuran Bebas Sanksi Panwaslu

 

KOMENTAR

JADWAL IMSAK DKI JAKARTA

Selasa, 27 Juli 2021