JADWAL IMSAK DKI JAKARTA

Selasa, 27 Juli 2021

Tahanan KPK Lebaran di Cipinang dan Pondok Bambu

Reporter :

Editor :


Selasa, 14 Agustus 2012 17:23 WIB

Terdakwa, Miranda Swaray Goeltom mengenakan baju Tahanan KPK ketika digiring ke mobil tahanan usai menjalani persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Selasa (24/7). Miranda S. Goeltom menjalani sidang perdana terkait kasus suap 480 lembar travellers cheque BII senilai Rp 20,850 miliar terhadap sejumlah anggota DPR RI melalui Nunun Nurbaeti untuk pemenangan dirinya sebagai Mantan Deputi Gubernur Senior BI pada tahun 2004. TEMPO/Seto Wardhana

TEMPO.CO, Jakarta - Tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi diberi kesempatan bertemu keluarganya pada Idul Fitri nanti. Menghuni Rumah Tahanan KPK, para tahanan akan dibawa ke Rumah Tahahan Cipinang dan Rumah Tahanan Pondok Bambu, Jakarta Timur, tepat pada hari Lebaran, selama satu hari.

"Tahanan laki-laki di Cipinang dan perempuan di Pondok Bambu," kata juru bicara KPK, Johan Budi S.P., Selasa, 14 Agustus 2012.

KPK mengurung tahanannya di rumah tahanan yang ada di lantai dasar gedung komisi antirasuah itu. Di sana, ada delapan penghuni, yakni Lukman Abbas, Neneng Sri Wahyuni, Mindo Rosalina Manulang, Miranda Swaray Goeltom, Amran Batalipu, Yani Anshori, Gondo Sudjono, dan Fadh A. Rafiq. Hanya Rosa dan Miranda yang nonmuslim.

Rosa merupakan tahanan pertama KPK. Dia terpidana kasus suap Wisma Atlet SEA Games Palembang. Direktur PT Anak Negeri itu mulanya ditahan di Rutan Pondok Bambu. Namun, sejak April lalu Rosa dipindahkan ke Rutan KPK demi keselamatannya.

Penghuni kedua Angelina Sondakh. Anggota Komisi X DPR dari Partai Demokrat ini ditahan pada 27 April lalu setelah menjadi tersangka kasus suap anggaran pengadaan alat laboratorium di 17 perguruan tinggi negeri dan proyek Wisma Atlet. Sejak Selasa hari ini, KPK memindahkan Angie ke Rutan Pondok Bambu.

Tahanan ketiga adalah Miranda Goeltom. Mantan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia ini mulai ditahan pada 1 Juni lalu. Dia terdakwa kasus suap cek pelawat terkait pemilihan Deputi Gubernur Senior BI 2004.

Menyusul menjadi penghuni Rutan KPK adalah Neneng Sri Wahyuni. KPK menahan istri mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin ini sejak 13 Juni lalu. Neneng ditahan setelah buron hampir setahun.

Lalu, mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Riau Lukman Abbas menghuni Rutan KPK sejak 19 Juni lalu. Dia menjadi tersangka kasus suap pembangunan venue Pekan Olahraga Nasional 2012 di Riau.

Giliran Yani Anshori, Gondo Sudjono dan Amran Batalipu, menghuni Rutan KPK. Ketiganya menjadi tersangka kasus suap pengurusan hak guna usaha perkebunan sawit PT Cipta Cakra Murdaya dan PT Hardaya Inti Plantation di Kecamatan Bukal, Buol, Sulawesi Tengah.

Yani menjabat General Manajer PT Hardaya, ditahan sejak 27 Juni. Menyusul koleganya di PT Hardaya, Gondo Sudjono. Pada 6 Juli, Bupati Buol Amran Batalipu juga ditahan.

Terakhir, pada 27 Juli lalu, Fadh A. Rafiq yang ditahan KPK. Kader Partai Golkar ini tersangka kasus suap dana penyesuaian infrastruktur daerah APBN 2011.

RUSMAN PARAQBUEQ

Berita Terpopuler:Rhoma Bebas, Ini Komentar Artis Dangdut Jatim Pemimpin KPK Tahu Disadap PolisiPKS Tak Konsisten? Ini Tanggapan Anis MattaBerita Ular Piton Metro TV DiprotesMiG-23 yang Ditembak Jatuh Beredar di YoutubeBatu Apung Seluas Israel Mengambang di PasifikKapolri Sebut KPK Seperti GarongIni Aliran Dana Mencurigakan Djoko SusiloIni Alasan Polisi Tak Serahkan Kasus Simulator SIMMantan Istri Johnny Depp Blak-blakan Soal Cerainya

 

KOMENTAR

JADWAL IMSAK DKI JAKARTA

Selasa, 27 Juli 2021