JADWAL IMSAK DKI JAKARTA

Sabtu, 24 Juli 2021

Waspadai Jalur Rawan Macet

Reporter :

Editor :


Selasa, 14 Agustus 2012 06:17 WIB

Belasan Titik Kemacetan di Serang Hadang Pemudik

TEMPO.CO, Jakarta--Kementerian Perhubungan meminta pemudik mewaspadai beberapa titik rawan kemacetan sepanjang jalur mudik di Jawa. Titik rawan kemacetan pertama terdapat di jalur Pantai Utara Jawa di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. “Kemacetan terjadi karena adanya persimpangan rel kereta api dengan jalan utama,” ujar Direktur Lalu Lintas Angkutan Jalan Kementerian Perhubungan, Sugihardjo, kepada Tempo Senin 13 Agustus 2012.

Titik rawan kemacetan lain yang perlu mendapat perhatian pemudik adalah simpang tol Sadang dan Cikampek menuju Jatisari. Kemudian jalur sepanjang Sukamandi dan Ciasem di Subang. Sedangkan di Cirebon, titik rawan kemacetan ada di jalur Patrol dan Lohbener.

Di Jawa Tengah, kata Sugihardjo, titik rawan kemacetan terjadi di Pejagan, Brebes, karena adanya persimpangan jalur kereta api dengan jalan nasional. Memasuki Semarang, kawasan yang perlu diwaspadai adalah jalan tol Semarang-Ungaran karena pekerjaan yang belum selesai. "Tol hanya digunakan satu arah saja dan melayani mobil-mobil pribadi (kecil).”

Untuk jalur selatan, titik rawan kemacetan terjadi di Ciawi-Puncak-Cicurug di Bogor, lalu Sukabumi dan Cianjur. Sedangkan di wilayah Bandung, kemacetan bakal terjadi di sepanjang jalur Cileunyi, Malangbong, dan Ciawi.

Sejak Minggu (12 Agustus), kepolisian dan PT Jasa Marga Tbk memberlakukan sistem satu arah di pintu gerbang tol Cikopo, Purwakarta. “Kami memberlakukan satu arah lebih cepat,” kata Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Purwakarta, Ajun Komisaris Polisi Agus Wahyudin.

Hari pertama pemberlakuan sistem satu arah di pintu keluar tol Cikampek, tercatat jumlah kendaraan yang melintas sekitar 22 ribu kendaraan. Jumlah ini meningkat enam persen dibandingkan pada hari biasa sebanyak 15 ribu kendaraan.

Untuk mengantisipasi puncak arus mudik, kata Agus, pihaknya sudah menyiapkan beberapa kiat untuk memecah kemacetan. Pertama, mengalihkan arus mudik melalui jalur tengah dan selatan dengan "memaksa" para pemudik keluar di kilometer 66 masuk tol Purbaleunyi. Pemudik dengan tujuan jalur utara bisa keluar di pintu tol Sadang, lalu menuju Subang-Cikamurang-Cijelag-Tomo dan masuk tol Palikanci. "Atau melanjutkan perjalanan ke Cileunyi menuju Tasikmalaya dan Cilacap."

Langkah kedua, kata Agus, adalah mengarahkan arus mudik dengan bus umum keluar di pintu tol Dawuan langsung ke Cikampek dan melintasi jalan layang Simpang Jomin menuju pantai utara. Khusus pintu tol Cikopo hanya diperuntukkan bagi pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi dan carter non-bus.

Juru bicara Kementerian Perhubungan Bambang S. Ervan menyatakan, tujuh hari menjelang Lebaran, sejumlah pelabuhan, bandar udara, dan terminal dipenuhi pemudik. “Rata-rata untuk tujuan ke Pulau Jawa,” ujarnya.

Khusus untuk transportasi laut, jumlah pemudik yang diangkut sejak pekan lalu sebanyak 350 ribu orang. “Tujuan terbanyak tetap Pulau Jawa. Jadi, penumpang paling banyak turun di Tanjung Emas (Semarang), lalu Tanjung Perak (Surabaya).”

Untuk tahun ini, puncak arus mudik terjadi pada 16-17 Agustus. “Diperkirakan Kamis dan Jumat,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Suroyo Alimoeso kemarin. Pada dua hari itu, pemudik lebih banyak menggunakan moda transportasi darat, kereta api, dan udara. "Yang menggunakan jalur laut sudah menurun, karena H-15 sudah mulai.”

ANY | SYAILENDRA | DIMAS SIREGAR | ARYANI KRISTANTI | NANANG SUTISNABerita lain:Liputan Khusus Ramadan dan Lebaran 2012Kereta Gratis Ber-AC Sepi PeminatSidang Isbat Lebaran 18 AgustusPolisi Terapkan Contra-Flow di PanturaMenghapus Stigma Seram Terminal Rajabasa Lampung

 

KOMENTAR

JADWAL IMSAK DKI JAKARTA

Sabtu, 24 Juli 2021