JADWAL IMSAK DKI JAKARTA

Sabtu, 24 Juli 2021

Jelang Lebaran, Tukang Cukur Rambut Lansia Panen

Reporter :

Editor :


Minggu, 12 Agustus 2012 11:36 WIB

Tukang cukur tradisional keliling di Yogyakarta (12/8). TEMPO/Pribadi Wicaksono

TEMPO.CO, Yogyakarta - Momentum Lebaran selalu mendatangkan berkah sendiri bagi para tukang cukur rambut. Tak terkecuali bagi para tukang cukur rambut keliling yang sering mangkal di kawasan Alun-alun Utara Yogyakarta, tepatnya di depan kantor Persaudaraan Djamaah Haji Indonesia (PDHI).

Meski tak memiliki tempat usaha atau kios tetap, para tukang cukur rambut yang rata-rata sudah tua ini dapat memperoleh penghasilan bersih sekitar Rp 75-100 ribu per hari selama momen Ramadan ini.

Suwardi, 74 tahun, warga asal Kotagede, Yogyakarta, itu menuturkan, jelang Lebaran, masyarakat biasanya mulai berbondong-bondong untuk memangkas rambutnya agar bisa tampil rapi saat hari raya nanti.

“Kebanyakan yang ke sini minta model Mandarin,” kata Suwardi ketika ditemui Tempo saat sedang memangkas rambut seorang pelanggan, Ahad, 12 Agustus 2012. Para pelanggan itu sudah mulai berdatangan setelah sepekan puasa.

Ada empat tukang cukur yang biasa mangkal di kawasan itu setiap harinya. Para pelanggan biasanya memilih tempat itu karena suasananya yang sejuk dan rindang di bawah pohon beringin. Harganya pun murah.

“Tak ada patokan harga, terserah mau kasih berapa, tapi biasanya Rp 5.000,” kata Suwardi. Selama Ramadan ini, permintaan cukur rambut meningkat. Pasalnya, sering kali para tukang cukur keliling itu diminta untuk datang ke rumah pelanggan.

“Biasanya yang minta datang ke rumah itu para veteran, lansia (lanjut usia), yang sudah enggak kuat jalan jauh, tapi tetap pengin rambutnya rapi. Kalau seperti itu, biasanya kasih Rp 10-15 ribu,” kata pria yang sudah tiga tahun mangkal di kawasan itu.

Suwardi dan rekannya biasa mulai membuka lapak sekitar pukul 07.00 sampai 15.00. Peralatan yang digunakan semuanya manual tanpa listrik dan diletakkan dalam koper berbahan kayu. Untuk atapnya, cukup menggunakan kain terpal.

“Puasa-puasa seperti ini sehari bisa dapat Rp 75-100 ribu, kalau hari biasa paling Rp 30 ribu,” kata dia.

Selain banyak melayani lansia dan para veteran, para pengamen jalanan pun sering menjadi pelanggannya. Para pengamen itu biasanya meminta potongan rambut mohawk ala musikus punk. “Kadang mereka bawa semir rambut sendiri karena saya enggak punya,” kata dia.

Sementara tukang cukur lain di kawasan itu, Narto Wiyono, 85 tahun, selama mangkal di kawasan itu selama 25 tahun tidak pernah juga memasang plang harga untuk pelanggannya. “Yang penting buat saya semua ikhlas,” kata buyut empat cicit itu.

Kakek asal Desa Genitem Sidoagung, Godean, Sleman, itu menuturkan, pelanggan yang datang pada masa Ramadan ini biasanya adalah mereka yang semasa muda menjadi pelanggannya lalu merantau ke berbagai kota. Dan ketika kembali ke situ, para pelanggan itu ingin dicukur lagi oleh dia. “Sambil kangen-kangenan dan cerita kabar sekarang,” kata dia.

PRIBADI WICAKSONO

Berita Lain: Tak Dapat Koalisi Partai, Jokowi Merasa Dikeroyok PKS Dukung Foke, Apa Kata Hidayat Soal Jokowi?Dukungan PKS Dinilai MencurigakanApa Mahar PKS untuk Foke?

 

KOMENTAR

JADWAL IMSAK DKI JAKARTA

Sabtu, 24 Juli 2021

Terpopuler