JADWAL IMSAK DKI JAKARTA

Senin, 26 Juli 2021

Pembenahan Jalur Mudik Tidak Tuntas  

Reporter :

Editor :


Minggu, 12 Agustus 2012 10:34 WIB

Kendaraan melintas di jalan nasional Lingkar Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu (22/7). Akibat kegiatan tambang galian C yang diduga ilegal yang berada di sisi kanan jalur semi tunnel, lintasan utama arus balik mudik Lebaran ini sangat rawan longsor. TEMPO/Prima Mulia

TEMPO.CO, Jakarta - Sepekan menjelang Lebaran, persiapan jalur di sejumlah titik yang bakal dilintasi pemudik belum paripurna. Berdasarkan pantauan Tempo di lapangan, hambatan paling mencolok adalah belum tersedianya lampu penerang dan konstruksi jalanan yang bergelombang.

Sedikitnya tiga jalur alternatif pemudik di selatan Jawa Barat 'miskin' penerangan jalan umum. Ketiga jalur itu adalah Rancaekek-Parakan Muncang-Pamulihan, Cicalengka-Cijapati-Kadungora, serta jalur Banjar-Manonjaya-Tasikmalaya. Sepanjang jalur ini nyaris tanpa penerangan.

Padahal, Jalan Parakan Muncang di Sumedang, misalnya, saban tahun menjadi pembuangan arus mudik dari jalur pantai selatan jika antrean kendaraan di Nagreg mengular ke Rancaekek. "Kami heran, lebih dari sepuluh tahun jalur ini dibiarkan gelap kalau malam," kata Entis, pengojek warga Cimanggung, Sabtu, 11 Agustus 2012.

Kondisi jalan yang menghubungkan Pelabuhan Bakauheni menuju Bandar Lampung itu sebetulnya cukup lumayan. Hanya, banyak ditemui jalanan yang bergelombang dan tidak rata karena aspal bekas menimbun lubang yang tidak rata dengan konstruksi jalan lama.

"Pengemudi kendaraan, terutama kendaraan roda dua, bisa terpelanting. Mengurangi kecepatan berkendara merupakan solusi terbaik," kata Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Lampung Ajun Komisaris Besar Sulistyaningsih.

Berdasarkan pantauan Tempo, jalan yang bergelombang banyak terdapat mulai Kota Kalianda hingga Sidomulyo, Lampung Selatan. Ruas jalan itu baru diperbaiki awal puasa. “Kalau tambal sulam, ya begitu. Jalan akan rata setelah dilindas kendaraan,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Lampung Arief Hidayat.

Pemudik yang hendak melintasi Serang hingga Pelabuhan Merak, Banten, patut mewaspadai sedikitnya 14 titik rawan kemacetan di jalur arteri di luar tol Serang-Merak. Kemacetan ini disebabkan oleh aktivitas jual-beli di pasar tradisional dan munculnya pasar musiman.

Titik kemacetan antara lain ada di jalan Serang-Merak di Kabupaten Serang, seperti Simpang Tiga Asem, depan pabrik sepatu PT Poong Won Indonesia Serang, dan depan PT Nikomas Gemilang. Selain itu, pemudik perlu mewaspadai pasar tumpah di Pasar Tambak, Pasar Keragilan, dan Pasar Ciruas.

Kementerian Pekerjaan Umum mengakui masih banyak jalan di jalur alternatif mudik yang minim penerangan dan rambu lalu lintas. "Itu bukan kapasitas Kementerian PU untuk memperbaiki, tapi pemerintah setempat," ujar Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Djoko Murjanto.

Sejauh ini, menurut Djoko, proses pengerjaan dan perbaikan di jalur mudik masih berjalan lancar. Sebagian besar jalur mudik sudah siap digunakan. Meski begitu, masih perlu perbaikan di beberapa bagian. "Ya, enggak sempurna-sempurna banget," ujarnya.

ISTMAN MP | ERICK P. HARDI | NUROCHMAN ARRAZIE | WASI'UL ULUM | BOBBY CHANDRA

Berita lain:Liputan Khusus Ramadan dan Lebaran 2012Menu Buka Puasa yang Disajikan ObamaPolisi Fokus ke Mudik Bareng Perusahaan BesokBarack Obama Gelar Buka Puasa BarengApa Mahar PKS untuk Foke?Ditinggal PKS, Jokowi Pasrah

 

KOMENTAR

JADWAL IMSAK DKI JAKARTA

Senin, 26 Juli 2021

Terpopuler