JADWAL IMSAK DKI JAKARTA

Minggu, 25 Juli 2021

Selama Mudik, Tangki BBM Mobile Disiagakan

Reporter :

Editor :


Kamis, 9 Agustus 2012 05:07 WIB

Sebuah Truk Tangki yang bermuatan avtur melakukan pengisian bahan bakar untuk pesawat di bandara Minangkabau, Sumatera Barat. PT Pertamina (Persero) menargetkan penjualan avtur tahun ini naik tipis sekitar 0,59% menjadi 3,4 juta kiloliter dari prognosa penjualan 2011 sebesar 3,38 juta kiloliter karena banyaknya maskapai baru yang hemat konsumsi bahan bakar, kata eksekutif perseroan. Kendati proyeksi volume penjualan naik tipis, Pertamina memproyeksikan pendapatan naik menjadi sedikitnya Rp 20 triliun dibanding proyeksi tahun lalu Rp 18 triliun. TEMPO/Dasril Roszandi

TEMPO.CO , Madiun: Selama arus mudik lebaran, PT Pertamina (Persero) menempatkan mobil tangki pengangkut bahan bakar minyak (BBM) mobile yang siaga di sejumlah titik jalur mudik. Truk tangki BBM mobile ini bertugas memasok BBM ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) saat terjadi peningkatan pembelian BBM terutama premium atau kekurangan pasokan akibat kemacetan mobil tangki pengangkut dari Depot Pertamina terdekat.

“Mobil tangki BBM yang disiagakan di sejumlah titik ini untuk mengantisipasi lonjakan pembelian BBM dan menggantikan mobil tangki lain yang mungkin terjebak kemacetan,” ucap Sales Representative PT Pertamina (Persero) Rayon V Mochamad Farid Akbar, Rabu, 8 Agustus 2012.

Wilayah pemasaran Rayon V meliputi tujuh kabupaten/kota antara lain Kota Madiun, Kabupaten Madiun, Magetan, Ngawi, Ponorogo, Pacitan, dan Nganjuk. “Di wilayah kami, mobil tangki premium berkapasitas 24 kilo liter (KL) ditempatkan di Nganjuk,” ujarnya.

Mobil tangki ini bisa memasok premium ke empat hingga 10 SPBU. “Bisa memasok wilayah Nganjuk kota, jalur Nganjuk-Kediri, dan Nganjuk-Surabaya,” kata Farid.

Sedangkan di wilayah perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur antara Kabupaten Sragen dan Ngawi juga ditempatkan mobil tangki BBM mobile. “Untuk Ngawi dan sekitarnya ditempatkan di Sragen,” ucapnya.

Untuk mengantisipasi kemacetan, menurut Farid, Pertamina sudah bekerja sama dengan kepolisian. “Kepolisian kami minta untuk mengawal mobil pengangkut BBM sampai ke SPBU tujuan,” katanya.

Farid menambahkan saat ini pembelian BBM di SPBU yang ada di wilayah pemasaran setempat sudah meningkat signifikan. Pembelian premium naik 20 persen, solar 40 persen, dan pertamax 100 persen. “Premium yang biasanya sekitar 1.000 kilo liter (KL) per hari, kini meningkat sampai 1.200 KL,” katanya.

Sedangkan solar yang biasanya 400 KL juga naik menjadi 60-80 KL per hari. Lalu pertamax naik menjadi sekitar 130 KL dari biasanya hanya 60-80 KL per hari. Tingginya konsumsi pertamax ini seiring dengan larangan penggunaan BBM bersubsidi atau kewajiban penggunaan pertamax bagi kendaraan dinas/operasional pemerintah sebagai konsekuensi kebijakan pembatasan penggunaan BBM bersubsidi.

Stok BBM di Depot Pertamina Madiun per hari ini masih aman. Stok premium sekitar 4.000 KL, solar 3.100 KL, dan pertamax 800 KL. “Melihat stok dan konsumsinya per hari, premium cukup untuk 4-5 hari, solar cukup untuk seminggu, dan pertamax cukup sampai sepuluh hari,” ucap Farid.

ISHOMUDDIN

Berita lain:Garuda Tawarkan tiket Promo LebaranPasien Juga ''Cuti'' Lebaran  Jalur Double Track Kereta Siap BeroperasiPenumpang Pesawat Tujuan Yogya MbludakAnas Akan Sahur dengan Anak Jalanan Malioboro

 

KOMENTAR

JADWAL IMSAK DKI JAKARTA

Minggu, 25 Juli 2021

Terpopuler