JADWAL IMSAK DKI JAKARTA

Selasa, 27 Juli 2021

PLN Jamin Tak Ada 'Byar Pet' Selama Lebaran  

Reporter :

Editor :


Kamis, 9 Agustus 2012 03:45 WIB

TEMPO/Machfoed Gembong

TEMPO.CO , Bandung: Manajer Bidang Komunikasi Hukum dan Administrasi PT PLN Distribusi Jawa Barat-Banten I Made Berata mengatakan sepanjang masa angkutan Lebaran, tidak akan ada pemadaman listrik. "Pemadaman terencana sudah tidak kita lakukan lagi sejak H-7, kita sudah siap melayani pelanggan Jawa Barat-Banten supaya listrik menyala dengan baik," katanya di Bandung, Selasa malam, 7 Agustus 2011.

Made menjelaskan, selama periode H-7 hingga H+7 masa angkutan Lebaran, PLN meniadakan semua kegiatan pemeliharaan jaringan yang mengakibatkan pemadaman listrik. Sepanjang masa angkutan Lebaran, PLN memastikan tidak akan melakukan pemadam terencana.

PLN menyiagakan 1.500 petugasnya yang disebar di 112 posko untuk memastikan listrik terus menyala. "Petugas siaga 24 jam untuk melayani masyarakat jika terjadi gangguan listrik atau padam," kata Made.

Mengenai pasokan listrik, Made mengakui, sejumlah pembangkit listrik tenaga air pasokan listriknya menurun akibat musim kemarau. "Tidak kita pungkiri debit turun, tapi beban (pemakaian) listrik kebetulan juga turun. Jadi tidak ada resiko pemadaman," kata dia.

Sepanjang masa angkutan Lebaran, PLN memperkirakan beban puncak rata-rata pemakaian listrik di Jawa Barat-Banten bakal turun 30 persen dari rata-rata pemakaian listrik tahun ini 6.628 Mega Watt. Made mengatakan, beban puncak pada masa angkutan Lebaran, H-7 sampai H+7, diperkirakan kurang lebih menjadi 6.300 Mega Watt.

Menurut Made, penurunan beban puncak selama angkutan Lebaran itu, disebabkan berhentinya aktivitas produksi sejumlah pelanggan industri, perkantoran, dan sebagian pelanggan komersial bersamaan dengan libur bersama Hari Raya. "Tapi beban listrik di pelanggan rumah tangga akan naik," katanya.

Dengan turunnya beban itu, PLN menjamin listrik sepanjang angkutan Lebaran nanti bakal terus menyala. PLN juga memastikan tidak akan ada pemadaman listrik di wilayah Jawa Barat dan Banten.

Sepanjang Ramadan ini rata-rata pemakaian listrik di Jawa Barat dan Banten turun 3,6 persen dari rata-rata beban puncak tahun ini 6.628 Mega Watt. Pemakaian listrik rata-rata selama Ramadan ini hanya 6.396 Mega Watt.

Saat ini pelanggan listrik di Jawa Barat dan Banten menembus angka 10 juta pelanggan dengan penggunaan listrik mencapai 3.617,9 MWH. Dari jumlah itu mayoritas pelanggan rumah tangga yakni 9,4 juta pelanggan dengan konsumsi listrik hanya 33,02 persen atau setara 1.249 Mega Watt setiap jamnya.

Sementara sisanya merupakan pelanggan bisnis dan industri. Pelanggan bisnis 285 ribu pelanggan dengan konsumsi listrik 7,9 persen atau setara 290,9 Mega Watt tiap jam. Dan pelanggan industri konsumsi listriknya paling besar yakni 54,93 persen atau setara 2.078 Mega Watt tiap jamnya.

AHMAD FIKRI

Berita lain:Jalur Mudik di Garut Dipasangi CCTV  Jelang Mudik, PMI Subang Kehabisan Stok Darah  Jalur Lintas Timur dan Tengah Sumatera Rawan Macet  Pegawai Negeri Sipil di Garut Dapat Jatah THR  Ada Mudik Gratis, Penjualan Tiket Bus Eksekutif Normal  

 

KOMENTAR

JADWAL IMSAK DKI JAKARTA

Selasa, 27 Juli 2021