Ribuan Orang Iktikaf di Masjid Raya Habiburrahman Bandung, Sebagian Pasang Tenda

Umat Islam membaca Al Quran saat itikaf atau tinggal di masjid di 10 hari terakhir bulan suci  Ramadan di masjid Pusat Dawah Islam, Bandung, Jawa Barat, 3 Mei 2021. Berbeda dengan itikaf tahun-tahun sebelumnya, kali ini jumlah peserta itikaf hanya sedikit akibat pandemi Covid-19. TEMPO/Prima Mulia
Umat Islam membaca Al Quran saat itikaf atau tinggal di masjid di 10 hari terakhir bulan suci Ramadan di masjid Pusat Dawah Islam, Bandung, Jawa Barat, 3 Mei 2021. Berbeda dengan itikaf tahun-tahun sebelumnya, kali ini jumlah peserta itikaf hanya sedikit akibat pandemi Covid-19. TEMPO/Prima Mulia

TEMPO.CO, Bandung - Masjid Raya Habiburrahman di Bandung kembali menggelar iktikaf setelah tiga tahun absen akibat pandemi Covid-19. Kegiatan menetap di masjid untuk beribadah pada sepuluh hari terakhir Ramadan itu belum sebanyak sebelum pandemi. 

“Masyarakat mungkin masih ada yang was-was Covid-19 karena berkumpul selama sepuluh hari,” kata Ketua Panitia Ramadan Masjid Raya Habiburrahman, Satya Krisnawan saat ditemui Kamis, 13 April 2023. Penurunan jumlah peserta iktikaf kini sekitar separuhnya dari sebelum pandemi.

Jumlah yang Iktikaf Jadi 4.000 Orang di Malam Tertentu

Saat ini ketika siang hari, peserta iktikaf berjumlah sekitar seribuan orang. Jumlahnya akan berlipat ketika malam, antara 2.000-2.500 orang. Pada pagi hari menurut Satya, jumlah peserta iktikaf relatif berkurang karena sebagian ada yang pulang dulu ke rumah, atau pergi bekerja. “Trennya pada malam 25 hingga 27 bisa sampai 4.000 orang yang iktikaf,” ujar Satya.

Peserta iktikaf menurutnya beragam, ada yang individu juga bersama keluarga kecil hingga besar. Sekitar 80 persen menurut Satya merupakan keluarga. Mereka menjadikan area di dalam ruangan masjid sebagai tempat menetap sementara, juga selasar sekitar masjid, serta gedung auditorium di lantai atas masjid. 

Total kapasitas atau daya tampung masjid menurut Satya hingga 4000 orang, separuhnya di ruang utama. Selebihnya memilih di selasar sekitar masjid dan gedung atas sambil memasang puluhan tenda milik masing-masing dengan ukuran yang beragam, mulai dari kapasitas dua hingga empat orang.

Pemasangan Tenda untuk Keluarga yang Bawa Bayi

“Tenda itu untuk ruang privasi karena peserta ada yang membawa bayi atau anak-anak,” kata Satya.

Panitia menyiapkan area tenda setelah mendaftar dan membayar infak. Peserta juga terlihat membawa tas berisi pakaian, selimut, perlengkapan ibadah, juga lauk pauk untuk makan. 

Panitia kini tidak lagi memfasilitasi pemesanan makanan karena sempat diprotes warga sekitar yang berjualan di sekitar masjid. Selain menyediakan bekal makanan sendiri, peserta iktikaf bisa jajan membeli jualan sekitar 50 pedagang yang berada di bagian belakang masjid.

Agenda harian keagamaan bagi peserta iktikaf di masjid dekat area PT Dirgantara Indonesia itu dimulai sejak subuh, seperti ceramah, kemudian kajian dhuha, kajian tafsir Al Quran setelah salat zuhur. Kemudian setelah salat ashar ada kajian kitab Al Quran hingga waktu berbuka puasa, salat tarawih delapan rakaat dengan bacaan imam sebanyak satu juz Al Quran.Tengah malam ada salat qiyamul lail sebanyak tiga rakaat dengan bacaan dua juz.

Pilihan Editor: Melaksanakan 4 Amalan 10 Hari Terakhir Puasa Ramadan

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.