Macam-macam Puasa dan Cara Melihat Waktu yang Tepat untuk Puasa Ramadhan

Reporter

Editor

Dwi Arjanto

Ilustrasi puasa ramadan. TEMPO/Subekti
Ilustrasi puasa ramadan. TEMPO/Subekti

TEMPO.CO, Jakarta - Bulan puasa Ramadhan adalah bulan yang dinantikan oleh umat muslim di seluruh dunia. Karena pada bulan ini, seluruh amal ibadah dihitung untuk menambah timbangan pahala menuju surga.

Puasa Ramadhan merupakan rukun islam ketiga yang wajib dilakukan oleh umat Islam yang sudah baligh.

Puasa Ramadhan diperintahkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW. Perintah ini tertuang dalam firman Allah yaitu dalam Q.S Al-Baqarah ayat 183 yang artinya: ”Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Dalam ayat tersebut, Allah SWT memerintahkan umat muslim untuk berpuasa sebagai bentuk ketaqwaan kepada-Nya.

Selain itu, perintah puasa juga terdapat dalam dalam hadits Nabi, dimana beliau bersabda:

“Islam itu dibangun di atas lima hal, yaitu bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasul Allah, menunaikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa Ramadhan, dan haji ke Baitullah bagi yang mampu melakukannya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Mengutip laman cendikia.kemenag.go.id, perintah puasa dalam Islam terbagi menjadi tiga macam puasa yaitu:

Pertama, Puasa Wajib yaitu puasa yang harus dilakukan oleh setiap pribadi muslim, yaitu puasa Ramadan, puasa qadha, puasa nadzar, dan puasa kafarat. 

Kedua, Puasa Sunnah yaitu puasa yang apabila dikerjakan akan mendapat pahala, namun jika ditinggalkan tidak berdosa. Contohnya puasa 6 hari di bulan Syawal, puasa Arafah yaitu di tanggal 9 Dzulhijjah, puasa hari Senin dan hari Kamis, puasa ayyamul bidh yaitu di tanggal 13, 14 dan 15 setiap bulan qamariyah kecuali 13 Zulhijah. 

Ketiga, Puasa Haram yaitu puasa yang tidak boleh dilakukan pada hari-hari tertentu, contohnya puasa dua hari raya Idulfitri dan Iduladha, dan puasa pada hari tasyrik yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah.

Adapun cara untuk melihat kapan mulai puasa Ramadan yaitu ada dua cara:

Pertama, melalui ru’yatul hilal ataumelihat bulan secara langsung pada akhir bulan Sya'ban. Apabila hilal tidak tampak, maka hitungan bulan Sya'ban digenapkan menjadi 30 hari. 

Kedua, melalui hisab, yaitu perhitungan para ahli astronomi dengan menghitung peredaran bulan terhadap bumi.

Adapun tanggal 1 puasa Ramadhan tahun 1444 Hijriyah diperkirakan jatuh pada tanggal 22 atau 23 Maret 2023.  

FANI RAMADHANI
Pilihan editor : Ramadhan Bakal Terjadi 2 Kali pada 2030, Kok Bisa?


Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik
https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung.