Bacaan Niat Puasa Ramadan Lengkap yang Benar beserta Artinya

Reporter

Santri saat memantau hilal menggunakan teleskop di Masjid Al-Musyari'in, Jakarta Barat, Jumat, 1 April 2022. Kemungkinan besar awal puasa Ramadan akan jatuh pada Ahad, 3 April 2022. TEMPO / Hilman Fathurrahman W
Santri saat memantau hilal menggunakan teleskop di Masjid Al-Musyari'in, Jakarta Barat, Jumat, 1 April 2022. Kemungkinan besar awal puasa Ramadan akan jatuh pada Ahad, 3 April 2022. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

TEMPO.CO, JakartaMengucapkan bacaan niat puasa Ramadan menjadi salah satu rukun yang wajib dilakukan. Pasalnya, niat berperan sebagai itikad tanpa ragu dalam melaksanakan sebuah perbuatan. Meskipun niat adalah urusan hati masing-masing individu, dengan melafalkannya akan membantu memantapkan keinginan untuk beribadah hanya kepada Allah SWT.

Ada berbagai versi doa puasa Ramadan yang berkembang di tengah masyarakat Indonesia. Salah satunya munculnya perbedaan pendapat terkait harakat ‘ramadhana’ dan ‘ramadhani’. Lalu, bagaimana doa niat puasa Ramadan yang tepat sesuai syariat Islam?

Dalil Niat Puasa Ramadan

Berikut bacaan niat puasa Ramadan beserta artinya yang benar sesuai harakat 

Nawaitu shauma ghadin ‘an adaa i fardhi syahri ramadhaani hadzihis sanati lillaahi ta‘aala.

Artinya, “Saya niat berpuasa untuk esok hari untuk menunaikan kewajiban (fardhu) di bulan Ramadan tahun ini, karena Allah”.

Menurut Mahbib Khoiron kepada laman NU (Nahdlatul Ulama) Online, membaca lafal niat puasa Ramadan ‘ramadhana’ (bukan ramadhani) adalah keliru karena tidak sesuai dengan kaidah ilmu nahwu. Apabila memilih ‘ramadhana’, maka kata selanjutnya ialah ‘hadzihis sanata’ (sebagai keterangan waktu). Namun lafal tersebut jarang disebutkan dalam kitab-kitab fikih.

Sehingga bacaan niat puasa Ramadan yang paling lazim dengan menggantinya dengan harakat kasrah menjadi ‘ramadhani’. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Al-Allamah Abu Abdillah Muhammad Jamaluddin Ibnu Malik at-Thair dalam nadham Alfiyah sebagai berikut.

“Tandailah jar isim ghairu musharif dengan fathah, asalkan tak di-idhafah-kan (digabungkan dengan kata sesudahnya) atau tidak menempel dengan ‘al’.”

Namun, Mahbib Khoiron mengatakan bahwa kekeliruan membaca doa niat puasa Ramadan tidak mempengaruhi keabsahan ibadah. Asalkan niat untuk berpuasa selalu terbesit dalam hati. Niat berkorelasi dengan getaran batin, sehingga ucapan secara lisan bersifat sekunder. Namun kesalahan pengucapan akan menimbulkan rasa janggal, khususnya di kalangan gramatika Arab.

Bacaan Niat Puasa Ramadan

Di bawah ini beberapa pilihan bacaan niat puasa Ramadan lain dalam sejumlah versi.

  1. Nawaitu shauma ghadin ‘an adaa i fardhi syahri ramadhaani hadzihis sanata lillaahi ta‘aala.

Artinya, “Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan fardhu di bulan Ramadan tahun ini, karena Allah.”

  1.   Nawaitu shauma ramadhaana.

Artinya, “Saya niat berpuasa di bulan Ramadan.”

  1.   Nawaitu shauma ghadin min/’an ramadhaana.

Artinya, “Saya niat berpuasa esok hari pada Ramadan.” (diambil dari kitab I’anatut Thalibin)

  1.   Nawaitu shaumal ghadi min hadzihis sanati ‘an fardhi ramadhaana.

Artinya, “Saya niat berpuasa esok hari di tahun ini untuk kewajiban Ramadan.” (diambil dari kitab Asnal Mathalib)

Kapan Sebaiknya Doa Niat Puasa Ramadan Dibaca?

Mengutip dari situs NU Banten, melafalkan niat puasa Ramadan adalah setiap malam menurut Madzhab Syafi’i. Namun, seringkali masyarakat didera kesibukan sehingga lupa. Maka beberapa alim ulama menganjurkan untuk berniat satu bulan penuh di malam pertama bulan Ramadan. Hal tersebut bertujuan sebagai langkah antisipasi bagi seseorang yang lupa niat. Niat puasa itu dengan mengikuti Madzhab Maliki sebagaimana penjelasan Imam al-Qulyubi berikut.

Artinya, “Disunnahkan pada malam pertama Ramadan untuk niat berpuasa sebulan penuh, dengan mengambil pendapat Imam Malik apabila suatu hari lupa berniat. Karena beliau menganggap niat itu sudah mencukupi jika lupa saat malam-malam berikutnya di seluruh malam Ramadan” (Hasyiyah al-Qulubi).

Adapun bunyi doa niat puasa Ramadan selama sebulan penuh adalah sebagai berikut.

Nawaitu shauma jami’i syahri ramadhaani hadzihis sanati taqliida(n) lil imaami maalikin fardan lillaahi ta’aala.

Artinya, “Saya niat berpuasa di sepanjang Ramadan tahun ini dengan mengikuti riwayat Imam Malik, fardhu karena Allah”.

Perlu diingat, bahwa bacaan niat puasa Ramadan tersebut hanya sebagai wujud pencegahan apabila mengalami kejadian lupa. Sehingga Imam al-Qulubi dan seorang ulama Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, KH. Ahmad Idris Marzuq dalam kitab Sabil al-Huda menguraikan bahwa para Muslim tetap wajib mengucapkan niat puasa setiap malam sesuai Madzhab Syafi’i. Wallahu a’alam bisshawab.

Pilihan editor: 5 Penyelenggara Mudik Gratis 2023, Simak Cara Daftar dan Syaratnya

NIA HEPPY | MELYNDA DWI PUSPITA