JADWAL IMSAK DKI JAKARTA

Rabu, 1 Februari 2023

Berapa Bulan Lagi Puasa Ramadan 2023? Ini Prediksi Hari Pertamanya

Editor : S. Dian Andryanto


ILustrasi Berdoa di Masjid. shutterstock.com

TEMPO.CO, Jakarta - Berapa hari lagi puasa ramadan 2023? Menjadi salah satu pertanyaan yang ingin diketahui umat Islam menjelang pergantian tahun. Pasalnya, bulan suci adalah bulan yang paling dinantikan setiap setahun sekali. Di bulan penuh kemuliaan tersebut, para umat muslim berlomba-lomba berbuat kebaikan demi mengejar pahala dari Allah SWT.

Penetapan tanggal pasti ramadan di dalam negeri secara umum dilakukan oleh Kementerian Agama (Kemenag), termasuk Nahdlatul Ulama (NU). Namun, ada beberapa aliran Islam yang tidak mengikuti anjuran pemerintah, misalnya Muhammadiyah. Kemenag biasanya akan melaksanakan sidang isbat beberapa hari sebelum hari pertama puasa.

Meski begitu, perkiraan puasa dapat dilihat dari kalender Hijriah. Memilih 1 ramadan 1444 H menurut kalender Hijriah memang belum bisa dipastikan kebenarannya. Dengan terlebih dahulu mengestimasinya, Anda dapat mempersiapkan diri untuk mengingat berbagai bacaan niat sholat tarawih dan ibadah lainnya. Lantas, kapan bulan ramadan 2023 dimulai?

Bagaimana Cara Menentukan Awal Bulan Ramadhan?

Sebelum menjawab pertanyaan berapa hari lagi puasa ramadan 2023, alangkah baiknya kita  memahami cara penentuannya. Mendekati hari pertama puasa, pasti Anda tidak asing dengan istilah hisab dan hilal. Keduanya menjadi metode yang umum digunakan di Indonesia. Sistem rukyatul hilal dipilih oleh NU, sedangkan hisab dijadikan rujukan oleh Muhammadiyah.

Menurut LAPAN, metode rukyat merupakan aktivitas mengamati hilal secara langsung menggunakan mata telanjang atau tanpa bantuan alat seperti teleskop. Hilal sendiri adalah bulan sabit muda yang muncul saat memasuki bulan baru di arah matahari terbenam. Pengamatan hilal dilaksanakan ketika hari ke-29 bulan sebelumnya. Hilal dalam metode rukyat harus setinggi 3 sampai 6,4 derajat.

Metode hisab didasarkan pada perhitungan posisi geometris benda langit. Dikutip dari situs suaramuhammadiyah.id, metode hisab berorientasi pada tiga kriteria, yaitu terjadi ijtimak bulan-matahari, sebelum matahari terbenam, dan juga bulan di atas ufuk saat tenggelamnya matahari. Hilal dianggap terlihat apabila matahari menghilang terlebih dahulu daripada bulan.

Sementara itu, sidang isbat ialah pertemuan untuk menemui kesepakatan jatuhnya awal bulan ramadan yang diselenggarakan oleh Kemenag dan beberapa ormas Islam. Tidak hanya ramadan, Kemenag juga menetapkan Syawal dan Dzulhijjah. Untuk keputusannya mempertimbangkan informasi awal hisab serta konfirmasi rukyatul hilal di lapangan, yakni diamati di seluruh wilayah provinsi di Indonesia.

Berapa Bulan Lagi Puasa Ramadan 2023?

Bulan ramadan dikenal sebagai bulan penuh keberkahan dan keistimewaan bagi umat muslim. Di bulan ini, Allah SWT. senantiasa menantikan amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia. Bulan ramadan juga identik dengan malam lailatul qadar, malam yang disebut lebih baik dari seribu bulan. Neraka ditutup, pintu surga dibuka selebar-lebarnya, dan para setan dibelenggu.

Perintah puasa tertuang dalam surat Al Baqarah ayat 183, yang artinya: “Hai orang-orang beriman, wajib hukumnya untuk kamu berpuasa sebagaimana kewajiban atas orang-orang sebelummu supaya mereka bertakwa”. Tak hanya itu, masih ada beberapa dalil yang menyebutkan keharusan berpuasa. Diantaranya ialah hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari, Imam At-Tirmidzi, Imam Muslim, dan Imam An-Nasa'i.

Setelah memaknai keutamaan berpuasa dan cara menentukan awal bulan ramadan. Lantas, berapa hari lagi puasa ramadan 2023? Berdasarkan Surat Keputusan Bersama 3 Menteri No. 1066 dan SKB No. 3 tahun 2022 mengenai Hari Libur Nasional serta Cuti Bersama tahun 2023. Maka puasa dimulai pada 22 Maret 2023 dan akan berakhir pada 21 April 2023. Artinya, puasa di tahun depan terlaksana selama 29 hari.

Demikian penjelasan untuk menjawab pertanyaan berapa hari lagi puasa ramadan 2023? Mari persiapkan diri dengan pengetahuan seputar ibadah-ibadah yang sebaiknya ketika puasa. Serta melunasi utang puasa yang mungkin belum dibayar. Semoga bermanfaat.

MELYNDA DWI PUSPITA

Baca juga: Punya Utang Puasa Ramadan, Puasa Syawal atau Membayar Puasa Qadha Dulu?

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram http://tempo.co/. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.

 

KOMENTAR