JADWAL IMSAK DKI JAKARTA

Rabu, 1 Februari 2023

Makna Walimatul Ursy dan Tasyakuran dalam Acara Pernikahan Kaesang Putra Bungsu Jokowi

Editor : S. Dian Andryanto


Pasangan Kaesang Pangarep dan ErtinaGudono, Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Ibu Sofiatun dan Allen Gudono berfoto dengan para menteri kabinet Indonesia Maju dalam acara tasyakuran pernikahan khusus undangan VVIP, Ahad malam, 11 Desember 2022. Kaesang dan Erina mengenakan busana sikepan dan kebaya merah berhias benang emas, pengantin pria juga memakai kuluk Mataram Islam. Instagram/Erick Thohir

TEMPO.CO, Jakarta - Acara ngunduh mantu atau walimatul ursy anak bungsu Presiden Jokowi, pernikahan Kaesang dan Erina Gudono telah digelar di Pura Mangkunegaran pada 11 Desember 2022. Acara ini dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama digelar pagi pukul 9.30-13.00 WIB dan sesi kedua malam pukul 19.00-22.00 WIB.

Pada sesi ke dua acara resepsi dihadiri tamu VVIP diantaranya Menteri Kabinet Indonesia Bersatu, duta besar hingga tokoh nasional.

Dikutip dari muslim.or.id walimatul ursy adalah acara makan-makan karena adanya acara pernikahan. Walimah yang artinya berkumpul sedangkan makna dari walimah adalah jamuan khusus untuk pernikahan. Dalam masyarakat walimatul ursy dikenal dengan resepsi pernikahan.

Resepsi bisa disebut juga dengan pesta yang dihadirin para tamu undangan. Merujuk www.gramedia.com walimatul ursi dan tasyakuran itu sendiri adalah dua hal yang sama, karena makna walimatu urs adalah sebuah acara tasyakuran kepada Allah atas terlaksananya sebuah akad pernikahan

Dalam acara pesta pernikahan tersebut biasanya para tamu datang mengucapakan selamat kepada pengantin yang baru saja sah menjadi suami istri dan para tamu menikmati jamuan yang diberikan tuan rumah biasanya seperti makanan berat, makanan ringan, dan minuman.Tak hanya itu, biasanya juga acaranya disuguhi musik sebagai pengiring selama acara berlangsung.

Mengutip dari muslim.or.id, bahwa walimatul ursy itu wajib. Karena hukum asal perintah adalah wajib, dan tidak ada dalil yang sharih yang menyimpangkan hukum wajib kepada yang lain.

Demikian juga Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam tidak pernah meninggalkan walimah dalam pernikahannya, baik dalam keadaan lapang maupun sempit. Bahkan ketika menikah Shafiyyah ketika kondisi safar, beliau tetap mengadakan walimah. Dari Anas bin Malik radhiallahu’anhu, ia berkata:

:

“Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam mengadakan walimah pada pernikahannya dengan Shafiyyah dengan sekeranjang kurma” (HR. Abu Daud no.3744, Ibnu Majah no. 1563, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Abu Daud).

Hal ini memperkuat indikasi akan wajibnya walimah. Demikian juga walimatul ursy adalah upaya untuk mengumumkan pernikahan, sesuai dalam hadis Abdullah bin Zubair radhiallahu’anhu, Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam memerintahkan:

“Umumkanlah pernikahan!” (HR. Ahmad no. 16175, dihasankan Al Albani dalam Shahih Al Jami’ no.1072).

YOLANDA AGNE  I  SDA

Baca juga: Jokowi Pesan Anak Cucunya untuk Hidup Rukun

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram http://tempo.co/. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.

 

KOMENTAR