JADWAL IMSAK DKI JAKARTA

Senin, 3 Oktober 2022

Meninggal karena Tenggelam dalam Hukum Islam, Mati Syahid?

Editor : S. Dian Andryanto


Ilustrasi tenggelam di sungai/kali. northernstar.com.au

TEMPO.CO, Jakarta - Benarkah orang yang meninggal karena tenggelam termasuk dalam golongan mati syahid? Dalam Islam, derajat syahid dicapai oleh mereka yang wafat di jalan Allah, korban wabah, penyakit perut, dan korban tenggelam. Artinya, mati syahid tidak hanya diperoleh  bagi mereka yang meninggal di medan perang.

Melansir dari kanal islam.nu.or.id, dalam riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW mengatakan sabda serupa dengan hadis riwayat Muslim. “Siapa yang terbunuh di jalan Allah, dia Syahid. Siapa yang mati tanpa dibunuh di jalan Allah dia syahid, siapa yang mati karena wabah penyakit Tha’un, dia syahid. Siapa yang mati karena sakit perut, dia syahid. Siapa yang mati karena tenggelam, dia syahid.” (HR. Muslim 1915).

Selain itu, dikutip pula hadis dari Jabir bin Atik Radhiyallahu’anhu, Rasulullah menjelaskan, “Selain yang terbunuh di jalan Allah, mati syahid ada tujuh: mati karena tha’un syahid, mati karena tenggelam syahid, mati karena sakit tulang rusuk syahid, mati karena sakit perut syahid, mati karena terbakar syahid, mati karena tertimpa benda keras syahid, wanita yang mati karena melahirkan syahid.” (HR. Abu Daud 3111 dan dihahihkan Al-Albani).

Dikutip dari berbagai sumber, mereka yang mati syahidnya bukan sebab perang atau jihad disebut sebagai syahid secara hukum, bukan secara hakikat.

Maka, pada saat di dunia, jenazahnya diperilakukan seperti orang meninggal pada umumnya. Yaitu dimandikan, dikafani, dan disalatkan sebelum akhirnya dikubur. Sementara syahidnya adalah di akhirat.

3 Kriteria Mati Syahid

Ulama membagi tiga kriteria derajat syahid, yaitu syahid dunia dan akhirat, syahid dunia, dan syahid akhirat. Berikut penjelasannya.

  1. Syahid dunia akhirat

Seseorang yang disebut syahid dunia akhirat adalah mereka yang meninggal saat berjuang di medan perang dan niatnya ikhlas karena Allah.

  1. Syahid di dunia, namun tidak syahid di akhirat

Syahid jenis ini adalah berlaku bagi mereka yang gugur namun berbuat curang terhadap ghanimah atau gugur melarikan diri dari medan perang.  

  1. Syahid di akhirat, namun tidak syahid di dunia

Golongan dengan mati syahid di akhirat yaitu mereka yang meninggalnya karena sebab tenggelam, melahirkan, sakit perut, terbakar, dan tertimpa beda keras.

Dalam Hadits Riwayat Muslim, bagi orang yang mati syahid, maka semua dosanya akan diampuni, kecuali yang memiliki utang dan belum tuntas. Rasulullah bersabda “Seorang yang mati syahid akan diampuni segala dosanya, kecuali hutang.” (HR. Muslim).

RISMA DAMAYANTI 

Baca: 11 Catatan Eril Anak Ridwan Kamil Hilang dan Ditemukan di Bendungan Engehalde

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.

 

KOMENTAR

JADWAL IMSAK DKI JAKARTA

Senin, 3 Oktober 2022