JADWAL IMSAK DKI JAKARTA

Senin, 3 Oktober 2022

Jakarta Islamic Centre Mengubah Kesan Buruk Kramat Tunggak

Editor : S. Dian Andryanto


Jakarta Islamic Center, Jakarta, Selasa 29 September 2020. TEMPO/Subekti.

TEMPO.CO, Jakarta - Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta atau disebut Jakarta Islamic Centre (JIC) ialah sebuah sebuah komplek pengembangan Islam yang terdiri dari masjid, gedung pendidikan dan pelatihan bahkan hotel yang dibangun di atas bekas kawasan prostitusi Kramat Tunggak, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Kramat Tunggak merupakan nama Panti Sosial Karya Wanita (PKSW) Teratai Harapan Kramat Tunggak, yang letaknya berada di jalan Kramat Jaya RW 019, Kelurahan Tugu Utara, Kecamatan Koja, Kotamadya Jakarta Utara. Terdiri dari sembilan RT, lokasi tersebut menempati lahan seluas 109.435 m2.

Dilansir dari laman resmi islamic-centre.or.id, popularitas Kramat Tunggak (Kramtung) tak hanya dikenal di Indonesia, namun juga dikenal se-Asia Tenggara sebagai pusat jajan terbesar bagi kaum hidung belang.

Dulunya pada 1970, awal dibukanya tempat ini berisikan 300 Wanita Tuna Susila (WTS) di bawah 76 orang germo. Jumlahnya kian bertambah seirin berjalannya waktu. Pada tahun 1999, menjelang ditutupnya lokasi ini, jumlahnya mencapai 1.615 WTS di bawah 258 orang germo. 

Mereka tinggal dalam 277 unit bangunan yang terdapat 3.546 kamar di dalamnya. Ini menandakan lokalisasi ini tumbuh dan berkembang dengan pesat. Tentu hal ini menimbulkan berbagai masalah baru bagi masyarakat di lingkungan sekitarnya, khususnya citra Jakarta yang tidak bisa dikenal dengan kultur Betawi yang identik sebagai komunitas Islam yang terbuka, bersemangat multikultur, toleran dan sangat mencintai Islam sebagai identitas utama kebudayaan mereka.

Dari kondisi tersebut ulama dan masyarakat tak hentinya mendesar agar tempat lokalisasi ini dapat ditutup. Akhirnya dinas sosial dan universitas Indonesia melakukan penelitian untuk mengetahui sejauh mana penolakan masyarakat. Hasilnya pada 1997 Lokres tersebut direkomendasikan untuk ditutup.

Gagasan Sutiyoso Dirikan Jakarta Islamic Centre

Kemudian dikeluarkan SK Gubernur KDKI Jakarta No. 495/1998 pada tahun 1998 tentang penutupan panti sosial tersebut paling lama akhir Desember 1999. Akhirnya pada 31 Desember 1999, Lokres Kramat Tunggak secara resmi ditutup melalui SK Gubernur KDKI Jakarta No. 6485/1998. Selanjutnya Pemda Provinsi DKI Jakarta melakukan pembebasan lahan eks lokres Kramat Tunggak.

Setelah dibebaskannya lahan, muncul banyak gagasan pembangunan baru di lokasi tersebut, mulai dari pusat perbelanjaan, perkantoran dan lainnya. Namun, Gubernur H. Sutiyoso memiliki ide lain, yaitu membangun Islamic Centre.

Setelah dibebaskan banyak muncul gagasan terhadap lokasi bekas Kramat Tunggak tersebut, ada yang mengusulkan pembangunan pusat perdagangan (mall), perkantoran dan lain sebagainya. Namun Gubernur H. Sutiyoso memiliki ide lain yaitu membangun Islamic Centre. 

Selanjutnya, dilakukan penelitian kembali oleh Sutiyoso untuk melihat dukungan masyarakat akan rencana ini, ternyata hingga 24 Mei 2001 makin banyak dukungan dari masyarakat.

Rencana tersebut juga disampaikannya ke Rektor UIN Syarif Hidayatullah, Prof. Azzumardi Azra di sela-sela kunjungannya ke PBB pada tanggal 11-18 April 2001, rencana itu juga mendapatkan respon yang sangat positif.

Akhirnya JIC mulai dibangun pada 2002 setelah berkonsultasi terus menerus dengan masyarakat, ulama dan praktisi lokal, regional maupun internasional. Di tahun itu pula mulai dirumuskan organisasi dan manajemen JIC.

Namun Jakarta Islamic Centre hadir tak sekedar merubah tanah dengan kisah kelam menjadi tempat indah bagi umat Muslim, lebih dari itu JIC diharapkan menjadi salah satu simpul pusat peradaban Islam di Indonesia dan Asia Tenggara yang menjadi simbol kebangkitan Islam di Asia dan Dunia.

ANNISA FIRDAUSI 

Baca: Jakarta Islamic Centre Meninggalkan Masa Kelam Kramat Tunggak

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.

 

KOMENTAR

JADWAL IMSAK DKI JAKARTA

Senin, 3 Oktober 2022