PBB: Pihak Yaman yang Bertikai Sepakati Gencatan Senjata Dua Bulan

Reporter

Sebuah mobil jancur setelah terkena serangan bom mobil yang menewaskan pemimpin senior militer Yaman, Brigadir Jenderal Thabet Gawas, di kota pelabuhan selatan Aden, Yaman 24 Maret, 2022. REUTERS/Fawaz Salman
Sebuah mobil jancur setelah terkena serangan bom mobil yang menewaskan pemimpin senior militer Yaman, Brigadir Jenderal Thabet Gawas, di kota pelabuhan selatan Aden, Yaman 24 Maret, 2022. REUTERS/Fawaz Salman

TEMPO.CO, Jakarta -PBB mengatakan pihak-pihak yang bertikai di Yaman telah menyetujui gencatan senjata dua bulan mulai Sabtu 2 April 2022, hari pertama Ramadhan bagi banyak umat Muslim.

"Pihak-pihak dalam konflik telah menanggapi secara positif proposal PBB untuk gencatan senjata dua bulan," kata utusan khusus PBB untuk Yaman Hans Grundberg seperti dilansir France24."Gencatan senjata dapat diperpanjang dengan persetujuan para pihak."

Pengumuman tersebut membawa secercah harapan dalam konflik brutal yang telah menewaskan ratusan ribu dan menyebabkan jutaan orang di ambang kelaparan di Yaman, negara termiskin di dunia Arab.

Sekjen PBB Antonio Guterres menyambut baik pengumuman itu, mengungkapkan harapan agar proses politik membawa perdamaian ke negara itu. "Semoga gencatan senjata ini sepenuhnya dihormati ini menunjukkan bahwa bahkan ketika segala sesuatunya tampak tidak mungkin, ketika ada keinginan untuk berkompromi, perdamaian menjadi mungkin," ujar Guterres.

Arab Saudi telah memimpin koalisi militer untuk mendukung pemerintah Yaman melawan kelompok pemberontak Syiah Houthi sejak Maret 2015, setelah ibu kota Sanaa direbut setahun sebelumnya.

Houthi, yang menolak bergabung dalam pembicaraan yang diadakan di wilayah musuh, pekan lalu membuat tawaran mengejutkan berupa gencatan senjata sementara dan pertukaran tahanan. Koalisi kemudian mengatakan akan menghentikan operasi militer di Yaman selama bulan suci Ramadhan.

Gencatan senjata, yang pertama sejak April 2020, telah dihormati sejauh ini. "Para pihak menerima untuk menghentikan semua operasi militer, darat dan laut yang ofensif di dalam Yaman dan melintasi perbatasannya," kata Grundberg.

"Mereka juga menyetujui kapal bahan bakar untuk masuk ke pelabuhan Hodeida (provinsi) dan penerbangan komersial untuk beroperasi masuk dan keluar dari bandara Sanaa ke tujuan yang telah ditentukan di wilayah tersebut."

Huthi telah lama menuntut agar koalisi yang dipimpin Saudi mencabut blokade udara dan laut, yang diberlakukan sejak 2016, sebelum ada gencatan senjata atau negosiasi.

Pada pembicaraan terakhir, yang diadakan di Swedia pada 2018, pihak-pihak yang berseberangan telah menyetujui gencatan senjata untuk Hodeida – titik masuk jalur kehidupan untuk barang dan pasokan bantuan ke Yaman.

"Tujuan dari gencatan senjata ini adalah untuk memberikan Yaman istirahat yang diperlukan dari kekerasan, bantuan dari penderitaan kemanusiaan dan yang paling penting berharap bahwa konflik ini mungkin berakhir," katanya.

Grundberg menyebutnya "langkah pertama dan lama tertunda"."Semua wanita, pria, dan anak-anak Yaman yang telah sangat menderita selama lebih dari tujuh tahun perang mengharapkan tidak kurang dari berakhirnya perang ini."

Huthi pekan lalu mengatakan mereka telah menyetujui pertukaran tahanan yang akan membebaskan 1.400 pejuang mereka dengan imbalan 823 personel pro-pemerintah -- termasuk 16 warga Saudi dan tiga warga Sudan.

Pertukaran terakhir seperti itu terjadi pada Oktober 2020, ketika 1.056 tahanan dibebaskan di masing-masing pihak, menurut Komite Palang Merah Internasional.

Sebanyak 30 juta orang Yaman sangat membutuhkan bantuan, dengan sekitar 80 persen dari populasi membutuhkan beberapa bentuk bantuan untuk bertahan hidup.

Badan-badan PBB memperingatkan bahwa hingga 19 juta orang di Yaman dapat membutuhkan bantuan makanan pada paruh kedua 2022, dengan jumlah orang yang kelaparan dalam kondisi kelaparan diproyeksikan meningkat lima kali lipat sepanjang tahun menjadi 161.000 orang.

Baca juga: Koalisi Arab Saudi Umumkan Gencatan Senjata Selama Ramadhan di Yaman

SUMBER: FRANCE24

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.