Sedikitnya 5 Hikmah Puasa Ramadan, Tinjauan Ibadah hingga Kesehatan Lahir Batin

Reporter

Ilustrasi Buka Puasa. shutterstock.com
Ilustrasi Buka Puasa. shutterstock.com

TEMPO.CO, Jakarta -  Puasa Ramadan merupakan salah satu amalan wajib bagi umat Islam. Pada praktiknya, umat Islam diwajibkan menahan diri dari makan dan minum, mulai terbit fajar sampai terbenam matahari.

Puasa juga memiliki hikmah tersendiri bagi yang menjalaninya, Ustad Irfan Supandi dalam bukunya berjudul Ensiklopedi Puasa yang diterbitkan oleh Indiva Pustaka pada 2008 menyebut sedikitnya ada lima hikmah puasa, yaitu:

  1. Membersihkan Jiwa

Puasa mampu membersihkan jiwa manusia dari sifat-sifat dusta, berkata kotor, menahan diri dari makanan dan minuman yang tidak halal dan sebagainya. Selain itu, puasa adalah bentuk ibadah rahasia antara seorang hamba dan Tuhannya.

Seseorang bisa saja berbohong pada sesamanya, tetapi ia tidak dapat berbohong kepada Tuhannya jika dia sedang puasa atau tidak. Tetapi, orang yang berpuasa tentu akan menjalaninya dengan sifat ikhlas semata-mata mengharap ridha dan pahala dari Tuhannya.

2. Kesehatan Badan

Dari sisi medis, banyak sekali penyakit yang dapat disembuhkan melalui puasa. Misalnya biduran hingga penyakit jantung akibat penyempitan pembuluh darah. Selain itu, ternyata penyakit yang berhubungan dengan perut adalah jenis penyakit yang paling banyak diderita manusia.

Dengan berpuasa, pencernaan di perut diistirahatkan sehingga ada waktu untuk membetulkan organ tubuh yang sebelumnya rusak. 

3. Mendidik Sabar

Bulan Ramadhan adalah bulan untuk melatih kepribadian islami. Di bulan ini, kebiasaan buruk seperti membicarakan orang lain dihindari, berkata kasar, hingga masalah perut ditahan. Latihan psikis seperti ini membuat ketenangan batin dan ketentraman hati yang tentu akan berpengaruh pada fisik juga.

4. Membangkitkan Rasa Kebersamaan (Hikmah Sosial)

Puasa membuat orang kaya atau yang bisa makan cukup dapat merasakan bagaimana rasanya menahan perut yang lapar. Dari sini, diharapkan dalam jiwa mereka tumbuh kepekaan terhadap penderitaan orang yang kurang mampu sehingga orang yang mampu dapat membantu dengan lebih lagi.

Hal ini dapat membuat kesenjangan sosial menipis. Selain itu, puasa juga dapat menumbuhkan kedekatan perasaan antara orang kaya dan orang miskin sehingga mereka dapat hidup berdampingan dengan saling membantu satu sama lain.

5. Berpahala Besar

Orang yang berpuasa karena niat yang ikhlas akan mendapatkan pahala puasa Ramadan yang besar. Saking besarnya, pahala tersebut dapat mengantarkan pelakunya kepada derajat muttaqin, derajat manusia yang paling tinggi di sisi Allah SWT.

NAUFAL RIDHWAN ALY 

Baca: 6 Tips Menjalankan Puasa Ramadan bagi Penderita Asam Lambung

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.