Imam Masjidil Haram Abdurrahman As-Sudais, Hamilul Alquran Sejak Usia 12 Tahun

Reporter

Abdul Rahman Al Sudais, Imam Masjidil Haram, menjenguk seorang korban jatuhnya crane di RS Al Nour, Mekkah, Arab Saudi, 13 September 2015. AP/Mosa'ab Elshamy
Abdul Rahman Al Sudais, Imam Masjidil Haram, menjenguk seorang korban jatuhnya crane di RS Al Nour, Mekkah, Arab Saudi, 13 September 2015. AP/Mosa'ab Elshamy

TEMPO.CO, Jakarta - Prof Dr Syaikh Abdurrahman bin Abdul Aziz bin Muhammad As-Sudais, atau lebih dikenal dengan Abdurrahman As-Sudais. Ia adalah Imam Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, sekaligus khatib di dua tempat suci itu sejak 1404 H atau 1983 M.

Hamilul Alquran ini lahir di Bukairiyah, provinsi Al Qasim, Arab Saudi pada 1382 Hijriyah. Secara keturunan, Ia berasal dari Bani Anza. Besar di kota Riyadh, menempuh pendidikan dasar di Sekolah Dasar Mutsanna bin Haritsah. Kemudian lanjut ke Riyadh Scientific Institute yang diasuh oleh Syeikh Abdullah Munif dan Syeikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Tuwaijri.

Ia berhasil menyelesaikan hafalan Alquran di usia 12 tahun. Dibimbing oleh Syeikh Abdurrahman bin Abdullah Alu Frayan, Syekh Muhammad Abdul Majid Dzakir dan juga beberapa guru yang lain, termasuk Syeikh Muhammad Ali Hassan. Tahun 1399 Hijriyah beliau lulus predikat Mumtaz dengan menggunakan qiroah Hafs membaca Alquran.

Setelah lulus, beliau lanjut menempuh pendidikan ke Fakultas Syari’ah dan lulus pada tahun 1403 Hijriyah. Setahun setelahnya, Ia pun ditunjuk sebagai Imam dan Khotib Masjidil Haram, Mekah. Saat itu usianya 22 tahun. Ia sangat ingat, pertama kali jadi imam saat salat Ashar tanggal 22 Sya’ban 1404 H. Begitupun khutbah pertamanya pada hari kelima belas bulan Ramadan 1404 H.

Kembali Syaikh Abdurrahman As-Sudais mendapat predikat Mumtaz saat menyelesaikan studi magisternya Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud, Fakultas Syari’ah Jurusan Ushul Fiqih tahun 1408 H.

Lagi- lagi dengan predikat langganan, As-Sudais berhasil menyelesaikan studi doktoralnya di Universitas Ummul Quran dengan predikat Mumtaz. Disertasinya tersebut berjudul Studi dan Penelitian Kitab Al-Wadhih fi Ushulul Fiqh karya Abu Al-Wafa bin ‘Aqil Al-Hanbali dicetak pada tahun 1416 H. Terakhir Ia menerima gelar profesor dalam bidang Fiqih, tepatnya Ushul Fiqih.

Selain menjadi seorang imam dan khatib, Syeikh Abdurrahman As-Sudais juga mengemban amanah dari Kerajaan Arab Saudi. Jabatannya sebagai Kepresidenan untuk urusan kedua Masjid suci, yakni Makkah Al Mukarramah dan Madinah Al-Munawarah sejak 2012. Jabatan khusus setingkat menteri di Arab Saudi. Hingga kini jabatan tersebut sudah masuk periode kedua. hingga tahun ini telah memasuki periode kedua.

Enam belas tahun silam, Imam Masjidil Haram Syaikh Abdurrahman As-Sudais mendapatkan penghargaan sebagai “Islamic Personality Of the Year” (Tokoh Muslim Berpengaruh) dari Dubai International Hol Quran Award (DIHQA) Organising Committee berkat jasanya dalam bidang Alquran dan Islam.

RAUDATUL ADAWIYAH NASUTION

Baca: Ceramah Imam Masjidil Haram Soal Yahudi Ditanggapi Beragam