JADWAL IMSAK DKI JAKARTA

Kamis, 6 Mei 2021

Suudzon, Racun Berburuk Sangka Kepada Orang Lain

Reporter : Tempo.co

Editor : S. Dian Andryanto


Selasa, 4 Mei 2021 04:15 WIB

Ilustrasi gosip/pertemanan. Shutterstock

TEMPO.CO, Jakarta - Berburuk sangka atau suudzon merupakan sifat yang tanpa sadar muncul dari dalam diri seseorang. Bagi umat muslim suudzon tidak boleh dilakukan terhadap sesama, karena Allah SWT sangat menentang hal ini.

Dalam Alquran Surah Al-Gujarat Ayat 12 menjelaskan "Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan) karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang".

Lalu, bagaimana cara kita sebagai umat muslim agar dapat menghindari sikap suudzon? Ada beberapa cara yang bisa menjauhkan kita dari sikap suudzon di antaranya yaitu :

1. Meyakini segala sesuatu yang kita terima merupakan hal baik bagi kita sendiri.

2. Selalu berpikir positif kepada diri sendiri maupun orang lain, ketika menerima berbagai cobaan dan ujian hidup.

3. Selalu mengucapkan alhamdulillah atas segala yang diterimanya.

4. Memberikan kepercayaan kepada sesama manusia bahwa ia mampu menjalankan amanah yang diembannya.

5. Tidak mencari-cari kesalahan orang lain dan senantiasa berprasangka baik terhadap orang lain.

"Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggung jawabnya." (Qs. Al-Isra' :36).

Selain itu, sikap suudzon memiliki dampak buruk kepada diri sendiri maupun orang lain, seperti dapat mengganggu kesehatan jiwa karena sibuk dengan berburuk sangka kepada orang lain. Sikap ini perbuatan dosa, dapat menjadikan hidup kurang bahagia karena terlalu sering mengurusi orang lain, dapat memutuskan tali silaturahmi, dan dapat merusak diri sendiri.

ASMA AMIRAH

Baca: Dampak Buruk Gibah Bagai Makan Bangkai Saudaranya Sendiri

 

KOMENTAR