Larangan Mudik, Pegipegi: 69 Persen Masyarakat Berencana Staycation saat Lebaran

Polisi memberhentikan melakukan pemeriksaan kendaraan yang keluar dari gerbang Tol Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Ahad, 25 April 2021. Petugas gabungan melakukan penyekatan dan pemeriksaan kendaraan dariluar kota menyusul larangan mudik pada 22 April hingga 24 Mei 2021. TEMPO/Prima Mulia
Polisi memberhentikan melakukan pemeriksaan kendaraan yang keluar dari gerbang Tol Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Ahad, 25 April 2021. Petugas gabungan melakukan penyekatan dan pemeriksaan kendaraan dariluar kota menyusul larangan mudik pada 22 April hingga 24 Mei 2021. TEMPO/Prima Mulia

Alice Sulistyawati, Corporate Director of Sales Tauzia Hotel Management Indonesia mengatakan, Ramadan dan Lebaran merupakan momen yang spesial bagi masyarakat Indonesia, terutama bagi mereka yang merayakannya. Kebijakan larangan mudik untuk kedua kalinya ini pasti menimbulkan kekecewaan tersendiri.

"Namun, bagi masyarakat yang tidak mudik, tetap dapat menikmati waktu kebersamaan berkualitas bersama keluarga dengan staycation di hotel favorit. Saat ini pemesanan hotel pada periode Lebaran sudah mulai terlihat ada kenaikan sebanyak 30 persen dari periode new normal selama pandemi.”

Masyarakat saat ini juga sudah dapat menyesuaikan diri terhadap situasi pandemi dengan lebih mengedepankan protokol kesehatan ketika bepergian.

Hal ini diperkuat dengan persiapan yang perlu dilakukan jika ingin pulang kampung di tengah pandemi, di antaranya adalah membawa safety kit seperti masker, hand sanitizer, sabun cuci tangan, dan lain-lain (99 persen), mengecek kesehatan untuk memastikan keamanan ketika pulang kampung (93 persen), berusaha menjaga jarak dan menghindari kerumunan (92 persen), dan membawa peralatan makan serta ibadah pribadi (61 persen).

BACA: Okupansi Hotel di Yogyakarta Lampaui 45 Persen, Sandiaga Uno: Luar Biasa