Cara Menjaga Tubuh Tetap Sehat Selama Ramadan di Tengah Pandemi

Reporter

Editor

Yunia Pratiwi

Wanita berhijab mengenakan masker. Freepik.com/Rawpixel
Wanita berhijab mengenakan masker. Freepik.com/Rawpixel

TEMPO.CO, Jakarta - Ini adalah tahun kedua pandemi COVID-19 dan dunia masih menyaksikan peningkatan jumlah kasus virus korona setiap hari. Bersamaan dengan itu, ini juga merupakan tahun kedua Ramadan di tengah wabah virus corona.

Serupa dengan tahun lalu, tahun ini juga, beberapa langkah pengamanan telah diberikan oleh berbagai organisasi untuk mengurangi penularan infeksi virus corona selama Ramadan. Seperti dilansir dari laman Boldsky, cara-cara ini dapat membantu mencegah risiko COVID-19 dan menjaga semangat Ramadan di tengah pandemi.

Berikut ini cara menjaga kesehatan selama Ramadan di tengah Pandemi

1. Minum banyak air putih

Air merupakan kebutuhan primer tubuh. Saat Anda berpuasa dari fajar hingga senjatanpa asupan air, kadar air dan elektrolit bisa memburuk. Karena itu, minumlah banyak air dan elektrolit selama jam makan, bersama dengan buah dan sayuran berbasis air seperti semangka, stroberi, dan selada.

2. Vaksin diperbolehkan

Pasalnya, vaksin diberikan secara intravena dan bukan dari cara alami seperti mulut yang biasa kita gunakan untuk mengonsumsi makanan.

3. Sering-seringlah mencuci tangan

Mencuci atau membersihkan tangan dengan sabun dan air atau pembersih berbasis alkohol adalah cara terbaik untuk mencegah penyebaran COVID-19. Menjaga kebersihan tangan dengan benar dapat mengubah sifat protein virus corona atau mikroba lain dan menonaktifkan atau membunuh virus. Oleh karena itu, sering-seringlah mencuci atau membersihkan tangan saat berada di tempat umum atau bersin atau batuk.

4. Hindari puasa jika dalam kondisi kritis

Puasa di bulan Ramadan merupakan kewajiban bagi seluruh umat Islam yang telah mencapai usia puber. Namun, orang dengan penyakit tertentu seperti diabetes, masalah jantung, atau penyakit ginjal dikecualikan  karena dapat menimbulkan tantangan medis bagi diri mereka sendiri. Hindari puasa jika Anda memiliki kondisi medis yang dapat menyebabkan komplikasi.

5. Hindari makanan cepat saji dan tinggi gula

Hindari makan junk fooddan makanan tinggi gula selama jam makan Ramadaan. Ini karena, makan makanan ini segera setelah jam puasa yang panjang dapat menyebabkan kadar glukosa Anda melonjak tiba-tiba, sehingga menyebabkan hiperglikemia dan meningkatkan risiko diabetes dan penyakit jantung. Mulailah dengan makanan indeks glikemik rendah, banyak minum air dan masukkan lebih banyak protein dan karbohidrat kompleks dalam makanan Anda.

6. Kenakan masker

Mengenakan masker telah menjadi protokol penting sejak awal pandemi. Masker mencegah masuknya virus corona berupa aerosol atau tetesan. Masker membantu menutupi hidung dan mulut, yang merupakan titik masuk virus utama. Ingat, mengenakan masker bersama dengan tindakan keamanan lainnya seperti kebersihan tangan dan menjaga jarak fisik dapat membantu memperlambat penyebaran virus.

7. Tidur nyenyak

Tidur rutin selama berjam-jam (sekitar 7-8 jam) dapat membantu mengurangi gejala seperti sakit kepala dan mual yang sering menyertai puasa. Tidur juga membantu membangun sistem kekebalan yang kuat, yang merupakan suatu keharusan di saat-saat seperti ini.

8. Pertahankan jarak fisik

Jarak fisik dapat membantu membatasi penyebaran virus atau memperlambat penularannya. Kapan pun Anda berada di tempat keramaian, tetaplah berada pada jarak aman sekitar 1 meter dari orang lain. Ini karena ketika seseorang bersin atau batuk, aerosol virus mungkin tidak berpindah sejauh ini, sehingga menurunkan risiko penyebaran virus. Ingatlah untuk memakai masker sebagai tindakan pencegahan tambahan.

9. Tetap aktif

Tetap aktif tidak berarti melakukan latihan yang berat; Itu berarti bahwa seseorang harus mempertahankan gaya hidup aktif karena itu akan membantu mereka membangun daya tahan dan tetap bugar. Namun, latihan yang ketat dibatasi karena dapat menyebabkan kehilangan air dan elektrolit yang ekstrim dari tubuh, dan dapat menyebabkan tubuh kehilangan kekuatan dan massa otot.

10. Hindari pertemuan besar

Sebisa mungkin hindari pertemuan besar dengan teman dan keluarga selama Ramadan karena dapat meningkatkan risiko penyebaran COVID-19.

Baca juga: PLN Bagikan 7 Tip Pakai Listrik Selama Ramadan Agar Tak Korsleting