JADWAL IMSAK DKI JAKARTA

Minggu, 16 Mei 2021

Cegah Kerumunan, Satpol PP Bandung Awasi Penjualan Takjil

Reporter : Antara

Editor : Aditya Budiman


Selasa, 13 April 2021 14:24 WIB

Pedagang menjajakan menu untuk berbuka puasa atau takjil di Pasar Bendungan Hilir, Jakarta, 18 Mei 2018. Pasar Bendungan Hilir (Benhil) menjadi tempat favorit para warga untuk membeli makanan sebagai hidangan berbuka puasa setiap bulan Ramadan. TEMPO/M Taufan Rengganis

TEMPO.CO, Jakarta - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung, Jawa Barat, mengawasi secara khusus kegiatan penjualan takjil untuk menghindari adanya kerumunan pembeli. Kepala Bidang Penegak Produk Hukum Daerah Satpol PP Kota Bandung Idris Kuswandi menuturkan kerumunan pembeli perlu ditekan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di masa Ramadan 2021.

"Itu akan menjadi perhatian kami khususnya di tempat-tempat tertentu, seperti Jalan Diponegoro, di Pasar Kosambi, dan di wilayah lainnya," kata Idris, Selasa, 13 April 2021.

Menurut dia, petugas Satpol PP Kota Bandung tidak melarang kegiatan penjualan takjil selama Ramadan. Namun hal yang perlu jadi perhatian ialah kondisi tempat berjualan yang perlu menerapkan protokol kesehatan. "Kegiatan usahanya itu tidak dilarang, tapi kegiatan yang menimbulkan kerumunan dan dikhawatirkan penyebaran Covid-19," ujarnya. 

Ia menambahkan Satpol PP akan berkoordinasi dengan aparat di tingkat kecamatan. Sebab, Idris menilai, di sejumlah kecamatan tertentu minat warga yang ingin membeli takjil cukup besar. "Penjualan takjil di Antapani, di Lapangan Gasmin, biasanya luar biasa, tapi kami sudah lakukan penjajakan dengan kecamatan," kata dia.

Satpol PP Bandung, lanjutnya, meminta warga agar menerapkan protokol kesehatan di setiap kegiatan selama Ramadan. "Kalau ada kerumunan kami akan imbau. Kami beri waktu untuk tidak menimbulkan kerumunan, kalau perlu biasanya kita geser atau kita bubarkan," tutur Idris ihwal pencegahan kerumunan saat pembelian takjil. 

Baca juga: Pesan ke Pengurus Masjid, Ridwan Kamil: Takjil Diatur Sesuai Protokol Kesehatan

 

KOMENTAR