JADWAL IMSAK DKI JAKARTA

Rabu, 12 Mei 2021

Sejarah Penetapan Kalender Hijriah dan Kisah Umar Bin Khattab

Reporter : Tempo.co

Editor : S. Dian Andryanto


Jumat, 19 Maret 2021 19:28 WIB

Sejumlah umat muslim mengitari kabah saat menjalani umrah tahap pertama di tengah pandemi Covid-19 di Masjidil Haram di Mekah, Arab Saudi, 3 Oktober 2020. Pemerintah Arab Saudi mengeluarkan izin umrah bagi 108.041 jamaah yang mendaftar melalui aplikasi Eatmarna pada 27 September hingga 1 Oktober. Saudi Press Agency/Handout via REUTERS

TEMPO.CO, JakartaKalender hijriah mulanya ditetapkan karena kebutuhan mengurutkan tahun. Dalam sebuah riwayat sekitar 638 Masehi ada seseorang yang menceritakan peristiwa utang piutang kepada Umar bin Khattab.

Jatuh tempo utangnya di bulan hijriah, Syaban. Utangnya belum dibayar padahal sudah jatuh tempo, maka pihak pemberi utang melaporkannya kepada Sayyidina Umar bin Khattab. Lantas Umar menanyakan, Syaban pada tahun kapan.

Akhirnya dilakukanlah penetapan tahun hijriah. Umar lalu memerintahkan untuk digelar musyawarah yang melibatkan para ahli dan sahabat. Penetapan awal tahun hijriyah adalah tahun saat Rasulullah hijrah dari Makkah ke Madinah atas keputusan Sayyidina Umar. Namun, kalender hijriah baru resmi dipakai umat muslim setelah Rasulullah wafat.

Baca: Tahun Baru Islam,Jokowi: Tekad Hijrah Dari Perilaku Individual ke Peduli Sesama

Sistem penetapannya pakai kalender qomariyah, menghitung rotasi bulan. Berbeda dengan penetapan tanggal masehi yang mengikuti rotasi matahari. Nama bulan yang dipakai adalah nama-nama bulan di kalangan Quraisy pada masa kenabian. Ada Muharram, Shafar, Rabi’ul Awwal, Rabi’ul Akhir, Jumadil Awal, Jumadil Akhir, Rajab, Sya’ban, Ramadan, Syawal, Dzulqa’idah, dan Dzulhijjah.

Pada kalender hijriah bulan Muharram sebagai bulan pertama dalam setahun. Penetapannya sudah dikenal oleh bangsa Arab. Karena mereka menentukan waktu dengan bulan. Hari pertama dimulai dengan masuknya waktu malam.

RAUDATUL ADAWIYAH NASUTION

 

KOMENTAR