JADWAL IMSAK DKI JAKARTA

Selasa, 20 April 2021

Tuntunan Salat Hajat Bila Kita Punya Keinginan Dikabulkan oleh Allah SWT

Reporter : Tempo.co

Editor : Iqbal Muhtarom


Senin, 8 Maret 2021 13:49 WIB

Salat berjamaah di Masjid Babah Alun Desari yang terletak di Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan, Jumat, 12 Februari 2021. ANTARA/Laily Rahmawaty

TEMPO.CO, Jakarta - Salat menjadi salah satu kewajiban bagi umat Islam. Tertuang jelas dalam rukun islam yang kedua. Salat terbagi pula atas salat wajib dan sunnah. Seperti namanya, salat sunnah memiliki hukum sunnah. Bila dilakukan, akan mendapat pahla. Sedangkan bila ditinggalkan, tidak akan mendapat dosa.

Salah satu salat sunnah yang dapat dilakukan yakni salat hajat. Salat ini biasa dilakukan ketika seorang umat Islam hendak meminta sesuatu atau mengerjakan sesuatu. Salat dilakukan dengan harapan keinginannya dikabulkan, atau sesuatu yang hendak dikerjakan mendapat kelancaran.

Terkait salat satu ini, Rasulullah SAW pernah bersabda, yang artinya:

“Siapa yang berwudu dan sempurna wudunya, kemudian salat dua rakaat (salat hajat) dan sempurna rakaatnya, maka Allah berikan apa yang ia pinta cepat atau lambat.” (HR. Ahmad)

Untuk waktu pelaksanaannya, tidak ada larangan. Kecuali pada waktu-waktu tertentu yang dilarang untuk salat hajat. Seperti usai salat subuh hingga terbit matahari dan usai salat asar hingga terbenam matahari. Namun, waktu terbaik yang dianjurkan untuk melakukam salat ini adalah malam hari. Terutama pada sepertiga bagian terakhir malam hari.

Berikut tata cara melaksanakan salat hajat:

1. Membaca Niat Salat Hajat

Sebelum menunaikan salat, tentu ada niat yang harus dilafadzkan. Berikut niat salat hajat:

Ushallii sunnatal haajati rak’ataini lillaahi ta’aala.”

Yang artinya: “Aku berniat salat sunnah hajat, dua rakaat karena Allah ta’ala.”

2. Takbiratul Ihram

Saat takbir, disunnahkan mengangkat kedua tangan. Untuk laki-laki, posisi tangan berada di atas pundak dan jari-jari agak direnggangkan. Ujung jari-jari diluruskan dengan bagian atas daun telinga. Terakhir, harus menghadap ke arah kiblat.

3. Membaca Doa Iftitah dan Surah Al-fatihah

Doa iftitah berbunyi: “Allaahu Akbar kabiira, walhamdu lillaahi katsiira, wasubhaanallaahi bukratawwa ashiila. wajjahtu wajhiya lilladzii fatharassamaawaati wal ardha haniifam muslimaw wamaa anaa minal musyrikiin. Inna shalaatii wanusukii wamahyaaya wamamaatii lillaahi Rabbil ‘aalamiina. Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa anaa minal muslimiin.”

Setelah itu, dilanjutkan dengan membaca surah Al-Fatihah.

4. Membaca Surah Pendek

Membaca surah pendek di Al-Qur’an sebanyak 3 kali. Tetapi, lebih dianjurkan untuk membaca surah Al-Kafirun atau Al-Ikhlas.

5. Rukuk dengan Tuma’ninah

Membaca tasbih sebanyak tiga kali, yang bunyinya:

Subhaana rabbiyal 'adziimi wabihamdih.”

6. I’tidal dengan Tuma’ninah

Setelah rukuk, lalu bangkit dan tegak. Angkat kedua tangan setinggi telinga bagi laki-laki, kemudian setinggi dada bagi perempuan. Berikut bacaannya: “Sami'allaahu liman hamidah.”

Setelah tegak, lafadzkan: “Rabbanaa lakal hamdu mil us samawaati wamil ul ardhi wamil u maa syi'ta min syain ba'du.”

7. Sujud dengan Tuma’ninah

Sujud dilakukan dengan dahi menyentuh lantai sembari membaca tasbih sebanyak tiga kali. Yang bunyinya: “Subhana rabbiyal a’la wa bi hamdih.”

8. Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah

Duduk dan lafadzkan: “Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa'nii warzuqnii wahdinii wa'aafinii wa'fu 'annii.”

9. Sujud Kedua dengan Tuma’ninah

Sujud dilakukan dengan cara yang sama seperti sujud sebelumnya.

10. Melakukan Rakaat Kedua

Untuk rakaat kedua, tata caranya sama dengan rakaat pertama. Namun, dianjurkan untuk membaca ayat kursi pada rakaat kedua.

11. Salam

Setelah rakaat kedua selesai dilaksanakan, akhirilah dengan salam. Tetapi bila ingin melanjutkan, bisa kembali berdiri setelah salam.

Usai mengucap salam, ada beberapa doa dan tasbih yang sebaiknya dibaca.

1.“Subhahanallah walhamdulillah walaailaaha illallah waallahu akbar walaa haula wa quwwata illaa billahil ‘aliiyil ‘adzim.”

2.“Allahumma shalli ‘alaa sayyidina Muhammad wa ‘alaa ali sayyidina Muhammad.”

Masing-masing dibaca sebanyak 10 kali.

Terakhir, usai salat hajat, bacalah doa keselamatan dunia dan akhirat: “Rabbanaa aatinaa fidunyaa hasanah wa fil’akhirati hasanah wa qinaa ‘adzaaban nar.”

ANNISA FEBIOLA

Baca juga: DJ Katty Butterfly Salat, Putrinya Mengamati dan Coba Tirukan Ibunya

 

KOMENTAR