JADWAL IMSAK DKI JAKARTA

Minggu, 7 Juni 2020

Masih Suka Lemas di Akhir Ramadan, Coba Atasi dengan Kiat Berikut

Rabu, 20 Mei 2020 11:54 WIB

Ilustrasi wanita tidur. Unsplash.com/Bruce Mars

TEMPO.CO, Jakarta - Selama Ramadan, tubuh mengalami sedikit perubahan. Salah satu yang terlihat jelas adalah bangun saat sahur. Tidak seperti biasanya, umat Muslim akan bangun sekitar pukul 04.00 untuk makan sahur.

Adapun, banyak yang usai sahur tidak bisa tidur sehingga waktu istirahat di malam hari berkurang. Jika hal tersebut terus terjadi, Anda pun akan bisa mengalami kelelahan selama menjalankan puasa.

Berikut berbagai cara yang bisa dilakukan agar tubuh tetap dapat cukup istirahat, seperti dilansir dari situs Gulf News dan The National.

Menyempatkan tidur siangTidur siang mungkin tidak bisa menggantikan waktu istirahat di malam hari. Namun, ini dapat meningkatkan semangat dan daya pikir setelah mengalami kelelahan. Ahli tidur di London Sleep Centre Dubai, Irshaad Ebrahim, mengatakan waktu tidur siang cukup 20-30 menit saja. Itu berarti, bukan hanya anak-anak yang bisa melakukannya tapi juga para pekerja kantor.

“Manfaatkan waktu istirahat dengan tidur di mobil atau ruangan yang nyaman lainnya. Usahakan tempatnya gelap atau gunakan penutup mata agar tidur nyenyak dan berkualitas,” tuturnya.

Membuat jadwal aktivitas selama puasaAnda juga disarankan untuk menjabarkan aktivitas yang akan dikerjakan selama bulan puasa. Misalnya, setelah sahur akan pergi kerja. Kemudian mengadakan beberapa rapat, olahraga, berbuka puasa, dan solat.

“Usahakan waktu-waktu yang digunakan tidak melebihi jam normal. Agar tetap bisa tidur di waktu yang tepat, yakni sekitar pukul 21.00-22.00 setiap malam karena bukan hanya mengatasi kelelahan, namun tidur dengan waktu yang sesuai bisa membantu tubuh dalam menjalankan detoksifikasi alami sehingga racun dapat dibunuh,” kata spesialis neurologi di Aster Speciality Clinic, Vishal Pawar.

Hindari konsumsi makanan pemicu insomniaMakanan juga berpengaruh pada waktu dan kualitas tidur. Internis sekaligus ahli tidur di Medcare Hospital, Hady Jerdak, mengatakan setiap orang sebaiknya menghindari asupan pemicu insomnia, seperti makanan berat, kaya kalori, dan kaya gula di waktu iftar.

“Hindari juga makanan yang sangat pedas, gorengan, kopi, dan produk yang mengandung kafein karena mengandung stimulan yang dapat mengganggu waktu tidur,” jelasnya.

SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA

KOMENTAR

JADWAL IMSAK DKI JAKARTA

Minggu, 7 Juni 2020

Terpopuler