Cegah Pemudik, Mahfud MD Minta Jalan Tikus Dijaga Ketat

Reporter

Editor

Amirullah

Seorang warga menyeberang jalan di tengah kemacetan lalu lintas di Jalan Raya Sawangan, Depok, Jawa Barat, Sabtu, 16 Mei 2020. Beberapa warga juga masih tampak tidak mengenakan masker untuk mencegah penyebaran virus Corona. ANTARA/Sigid Kurniawan
Seorang warga menyeberang jalan di tengah kemacetan lalu lintas di Jalan Raya Sawangan, Depok, Jawa Barat, Sabtu, 16 Mei 2020. Beberapa warga juga masih tampak tidak mengenakan masker untuk mencegah penyebaran virus Corona. ANTARA/Sigid Kurniawan

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud Md meminta jalur perbatasan dan jalan tikus dijaga ketat untuk mencegah arus mudik menjelang Idul Fitri 1441 H/2020 M.

“Aturan ini supaya dikawal oleh Polri, TNI, Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah) bersama pemerintah daerah dan dengan kelengkapannya seperti Satpol PP dan lain-lain,” ujar Mahfud usai rapat terbatas yang dipimpin Presiden Joko Widodo secara telekonferensi dari Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 19 Mei 2020.

Mahfud menyatakan larangan mudik masih berlaku dan belum dicabut oleh pemerintah. Dia mengharapkan masyarakat tidak berusaha mudik dan melakukan langkah-langkah untuk mengelabui aparat demi lolos pemeriksaan.

Dia mengatakan pemeriksaan yang lebih ketat juga akan diterapkan kepada kendaraan-kendaraan besar yang dicurigai dimanfaatkan pemudik untuk pulang kampung. Selain itu, pemerintah juga akan menyiagakan aparat di titik dan waktu rawan pelanggaran mudik seperti jam tengah malam.

“Pemeriksaan di pintu-pintu keluar atau pintu masuk itu supaya dilakukan secara ketat dan di waktu-waktu yang biasa dianggap petugas acap lengah, misalnya di tengah malam. Biasanya orang menganggap petugas ngantuk, petugas tidak ada, lalu menerobos saja,” ujarnya.

Pelarangan mudik ini diterapkan untuk mencegah penularan lebih luas dari virus Corona tipe baru atau Covid-19.

ANTARA