Lebih 600 Kendaran Sudah Melintas di Empat Jalur Mudik

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kendaraan pemudik antre memasuki Gerbang Tol Cikampek Utama, Cikampek, Jawa Barat, Sabtu 1 Juni 2019. Pada puncak arus mudik lebaran 2019 yang diperkirakan pada H-4 lebaran, sejumlah titik di Tol Jakarta-Cikampek-Cipali mengalami kepadatan volume kendaraan pemudik. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

    Kendaraan pemudik antre memasuki Gerbang Tol Cikampek Utama, Cikampek, Jawa Barat, Sabtu 1 Juni 2019. Pada puncak arus mudik lebaran 2019 yang diperkirakan pada H-4 lebaran, sejumlah titik di Tol Jakarta-Cikampek-Cipali mengalami kepadatan volume kendaraan pemudik. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

    TEMPO.CO, Cirebon - Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Inspektur Jenderal Refdi Andri, mengatakan sebanyak 600 ribu lebih kendaraan sudah melintas di 4 jalur mudik. Berbagai rekayasa lalu lintas juga dilakukan untuk memperlancar arus mudik dan balik 2019.

    Baca: Tol Trans Jawa Padat Lagi, One Way Bakal Diperpanjang 400 Km

    "Total sudah ada 600 lebih kendaraan yang melintas di 4 jalur mudik," kata Refdi usai melakukan rapat evaluasi di Gerbang Tol Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, Ahad, 2 Juni 2019.

    Refdi mengatakan 4 jalur mudik itu adalah di jalur selatan terdiri dari dua, masing-masing Jagorawi-Bogor-Bandung-Sukabumi dan Cipularang-Bandung-Cianjur-Puncak. Ada pula di jalur barat melalui Cikupa-Merak-Lampung-Sumatera selatan dan di jalur timur, yaitu menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur dari Cikampeek Utama.

    “Tapi yang melewati Cikampek Utama ini yang paling dominan,” ungkap Refdi. Jumlahnya mencapai lebih dari 300 ribu lebih kendaraan.

    Korlantas Polri, kata Refdi, tetap berupaya agar jalur mudik berjalan  dengan aman dan nyaman. Dia mengakui pada 30 Mei dan 1 Juni ada laporan arus lalu lintas yang tersendat. Setelah diamati dan mendapatkan laporan dari pengelola, keterlambatan itu masih dalam batas toleransi. “Karena hanya 2 hingga 3 km dan dalam waktu 45 hingga 1 jam sudah bisa mencair kembali” ungkap Refdi.

    Saat disinggung apakah pelaksanaan one way akan diperpanjang, Refdi mengaku hari ini merupakan hari terakhir dari perencanaan one way di jalur tol. Namun menurutnya pemberlakukan aturan one way tersebut berlaku fleksibel disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

    Baca: Sampai H-3, Pemudik dari Stasiun Pasar Senen Capai 215 Ribu Orang

    Sama dengan konsep jarak pada one way, yang awalnya ditetapkan mulai dari Km 70 hingga 263, namun diperpanjang hingga Km 414 dan 420. “jadi one way juga bisa dilakukan hingga H-1. Kami mendengar suara pelaksana kewilayahan dulu,” ungkap Refdi. Putusan one way dilanjutkan atau tidak menurut Refdi akan dilakukan malam ini.

    Selain one way, pihaknya juga menerapkan contra flow di ruas tol Cikampek, yaitu dari Km 35 hingga Km 61. Tujuannya agar pergerakan kendaraan menuju ruas selanjutnya menjadi lebih baik lagi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.