Mudik Lebaran, Aktivitas Bandara Hasanuddin Makassar Masih Sepi

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bandara Hasanuddin Makassar. TEMPO/Hariandi Hafid

    Bandara Hasanuddin Makassar. TEMPO/Hariandi Hafid

    TEMPO.CO, Makassar - Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar masih terlihat sepi menjelang Hari Lebaran 2019. General Manager PT Angkasa Pura I, Wahyudi mengatakan kondisi ini salah satunya akibat harga tiket pesawat yang mahal.

    Baca: Jumlah Penumpang Lewat Bandara Malang Anjlok Hampir 30 Persen

    "Masyarakat lebih memilih menggunakan angkutan laut," kata Wahyudi saat pembukaan posko Lebaran 2019 di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Selasa 28 Mei 2019. Selain harga tiket pesawat yang tinggi, penurunan penumpang juga disebabkan kebijakan pemerintah yang membatasi penjualan harga tiket.

    Sampai H-8 Lebaran, menurut dia, jumlah penumpang turun sampai 16 persen dibandingkan tahun 2018. "Mudah-mudahan kedepan ada kebijakan pemerintah supaya masyarakat kembali tertarik menggunakan transportasi udara," ujar dia.

    Anggota polisi saat berpatroli dengan anjing pelacak GT 9 di Pintu Keberangkatan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, 05 Februari 2016. TEMPO/Iqbal Lubis

    Penurunan jumlah penumpang membuat pendapatan menurun. Terlebih frekuensi penerbangan yang kian berkurang sedikit. "Orang yang datang juga sedikit, tapi kami belum bisa menghitung secara pasti," tambahnya.

    Baca juga: 
    Imbas Harga Tiket Pesawat, Penumpang Bus Damri ke Bandara Turun 40 Persen

    Sebelumnya, maskapai Lion Air dan Sriwijaya meminta penambahan penerbangan rute Makassar - Yogyakarta. Sriwijaya Air menambah rute penerbangan Makassar - Yogyakarta dan Makassar - Balikpapan. Ada pula Maskapai Lion Air meminta penambahan rute Makassar - Yogyakarta.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arab Saudi Buka Bioskop dan Perempuan Boleh Pergi Tanpa Mahram

    Berbagai perubahan besar yang terjadi di Arab Saudi mulai dari dibukanya bioskop hingga perempuan dapat bepergian ke luar kerajaan tanpa mahramnya.