Polda Jambi Siapkan 1.567 Personel Jaga 26 Pos Pengamanan Lebaran

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Brimob Polda Jambi sedang melakukan pengamanan saat penggeledahan KPK di Rumah Dinas Gubernur Jambi Zumi Zola, Rabu, 31 Januari 2018. TEMPO/ SYAIPUL BAKHORI

    Anggota Brimob Polda Jambi sedang melakukan pengamanan saat penggeledahan KPK di Rumah Dinas Gubernur Jambi Zumi Zola, Rabu, 31 Januari 2018. TEMPO/ SYAIPUL BAKHORI

    TEMPO.CO, Jambi - Kepolisian Daerah (Polda) Jambi dan seluruh jajarannya menyiapkan 1.567 personel kepolisian untuk berjaga di 26 pos pengamanan Lebaran 2019.

    Baca juga: IKEA Gelar Pesta Diskon Hingga 70 Persen Mulai Hari Ini

    "Selain ribuan personil kepolisian disiagakan juga dilibatkan 293 orang anggota TNI serta puluhan personil dari lintas instansi yang ikut Operasi Ketupat berlangsung 29 Mei hingga 10 Juni 2019," kata Kapolda Jambi, Inspektur Jenderal Muchlis AS, usai memimpin apel gelar pasukan, Selasa, 28 Mei 2019.

    Selain menyediakan 26 pos pengamanan, Polda Jambi menyiapkan 18 pos pelayanan dan dua pos terpadu yang ditetapkan pos di terminal bus Alam Barajo dan Pos Aurduri I.

    Kemudian seluruh personel kepolisian dan TNI serta instansi terkait juga akan mengawasi tempat ibadah sebanyak 196 masjid, 14 termin bus, 10 pelabuhan dan tiga bandara yang ada di Provinsi Jambi kemudian juga mengawasi sebanyak 43 pusat perbelanjaan dan 58 objek wisata.

    Seluruh personel Kepolisian, TNI dan instansi terkait lainnya mulai Rabu (29/5) akan menggelar Operasi Ketupat 2019 dalam rangka mengamankan perayaan Idul Fitri 1440 H.

    Pagi ini, juga telah dilaksanakan apel gelar pasukan Operasi Ketupat 2019 di lapangan Mapolresta Jambi dan Kapolda Jambi Irjen Pol Muchlis AS langsung bertindak sebagai pemimpin apel.

    Dalam gelar pasukan itu, Muchlis membacakan amanat Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang mengingatkan seluruh personel yang terlibat untuk meningkatkan kewaspadaan karena Operasi Ketupat 2019 memiliki karakteristik yang khas jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

    Operasi Ketupat 2019 dilaksanakan bersamaan dengan penyelenggaraan tahapan Pemilu tahun 2019, dimana hal tersebut membuat potensi kerawanan yang akan dihadapi semakin kompleks maka dari itu perlu tingkat kewaspadaan yang tinggi pada saat pelaksanaan tugas nanti.

    Kemudian apel gelar pasukan dimaksudkan untuk menunjukkan kesiapan penyelenggaraan operasi kepada publik sehingga akan menimbulkan ketenangan, rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.

    "Saya mengucapkan dan memberikan penghargaan kepada seluruh personel dan pemangku kepentingan yang telah terlibat dalam Operasi Ketupat 2019 kata Kapolri dalam sambutannya yang dibacakan Kapolda Jambi.

    Baca berita Lebaran lainnya di Tempo.co

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.