Pesan Zainut Tauhid Saadi MUI Soal Malam Lailatul Qadar

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid saat ditemui usai menghadiri open house Oesman Sapta Odang di kediamannya di Jalan Karang Asem Utara Nomor 34, Kuningan, Jakarta Selatan. Dewi Nurita/Tempo.

    Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid saat ditemui usai menghadiri open house Oesman Sapta Odang di kediamannya di Jalan Karang Asem Utara Nomor 34, Kuningan, Jakarta Selatan. Dewi Nurita/Tempo.

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid Saadi berpesan kepada umat Islam agar benar-benar memanfaatkan 10 hari terakhir Ramadhan di mana terdapat malam Lailatul Qadar yang menjadi salah satu keutamaan bulan puasa.

    Baca juga: Kirab Lentera Keraton Kasunanan Surakarta Menyambut Lailatul Qadar

    "Sebaiknya umat Islam memanfaatkan momentum yang sangat mulia ini dengan memperbanyak membaca zikir, mendekatkan diri kepada Allah dan tentunya kita semua berharap kita bisa mendapatkan malam kemuliaan Lailatul Qodar," kata Zainut di Jakarta, Senin, 27 Mei 2019.

    Dia mengatakan 10 hari terakhir puasa merupakan puncak dari ibadah bulan puasa dengan keutamaan yang lebih baik dari malam seribu bulan atau sekitar 83 tahun sehingga harus dimanfaatkan sebaik mungkin oleh umat Islam.

    Malam Lailatul Qadar, kata dia, merupakan keistimewaan untuk umat Nabi Muhammad  SAW dan tidak diberikan kepada umat-umat nabi yang lain.

    Sehingga, lanjut dia, meskipun umat Nabi Muhammad memiliki usia yang kebanyakan tidak pendek, tapi dengan kelipatan pahala yang diberikan Allah yang lebih baik dari seribu bulan itu akan menjadikan kualitas usia umat Rasulullah SAW lebih baik.

    "Saya kira itu sangat tinggi nilai kemuliaannya sehingga diharapkan kita semuanya bisa memanfaatkan semacam hadiah besar dari Allah kepada umat Islam," kata dia.

    Dia mengatakan dari banyak riwayat disebutkan Lailatul Qadar turun pada 10 hari terakhir puasa. Bahkan sebagian ulama berpendapat keutamaan itu akan didapatkan pada hari ganjil 10 hari terakhir Ramadan. Terdapat juga yang berpendapat Lailatul Qadar bisa didapat pada hari 27 atau 29 Ramadan.

    "Tapi ini semuanya saya kira agar kita menjaga pada malam-malam itu. Itu kan semua rahasia Allah," kata dia.

    Zainut mengatakan terdapat sejumlah cara agar Lailatul Qadar itu bisa didapat oleh umat Islam seperti memperbanyak ibadah, baik wajib maupun sunah.

    "Kita perbanyak baca Al Quran dan ibadah-badah lainnya yang kita mampu, termasuk ibadah sosial," kata dia.

    Dia mengatakan terdapat beberapa ciri seseorang mendapatkan Lailatul Qadar seperti seorang Muslim mendapatkan ketenangan, kedamaian, ketenangan dan keteguhan baik malam dan siangnya. "Karena pada malam itu malaikat turun untuk menyampaikan salam perdamaian mendoakan kepada umat manusia," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.