Waspadai 4 Penyakit Rawan Saat Mudik

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pemudik kendaraan roda dua/ motor. Adem Salvarcioglu/Anadolu Agency/Getty Images

    Ilustrasi pemudik kendaraan roda dua/ motor. Adem Salvarcioglu/Anadolu Agency/Getty Images

    TEMPO.CO, Bekasi - Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Jawa Barat mewaspadai empat jenis penyakit yang rawan dialami para pemudik khususnya di Bekasi saat arus mudik. Selain menyediakan obat-obatan, dinas setempat mengimbau agar pemudik menjaga stamina dan kebersihan badan selama mudik.

    Baca juga: Mudik Lewat Tol Fungsional, Palembang-Lampung Hanya 7 Jam

    "Keluhan penyakit yang sering dialami pemudik seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dehidrasi, diare dan infeksi jamur," kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Dezi Syukrawati, Kamis, 23 Mei 2019.

    Dezi mengatakan, penyebab dari empat jenis penyakit itu berbeda-beda. Untuk penyakit ISPA disebabkan cuaca ekstrem terutama saat siang hari dan paparan debu di jalanan. Karena itu, pemudik terutama pengendara sepeda motor diwajibkan menggunakan masker saat berkendara.

    Kemudian untuk dehidrasi bisa terjadi karena kurangnya asupan air mineral saat berkendara. Bila kondisi ini didiamkan, dikhawatirkan bisa terjadi peningkatan suhu tubuh secara mendadak yang mengakibatkan pingsan seketika.

    "Kalau lelah segera beristirahat dan bawa bekal yang sehat serta cukup, jangan lupa juga minum air mineral yang cukup," ujarnya.

    Lalu penyakit diare yang juga rentan dialami para pemudik. Penyebabnya karena makanan yang dikonsumsi atau tangan yang kurang higienis, sehingga bakteri E. Coli mudah masuk ke saluran pencernaan. Bahkan bila tidak ditangani dengan baik, bisa mengakibatkan demam dan sakit perut yang berkepanjangan.

    Terakhir, penyakit infeksi jamur. Jenis penyakit ini paling sering terjadi pada bagian organ intim. Celana yang basah akibat keringat selama perjalanan, membuat bagian pangkal paha menjadi lembab. Kondisi lembab inilah yang berpotensi timbulnya jamur.

    Tidak hanya itu, penggunaan kloset jenis duduk di toilet umum juga berpotensi penularan penyakit jamur. Sebaiknya, pemudik mencari toilet jenis jongkok bila hendak buang air besar.

    Namun bila terpaksa menggunakan toilet duduk, maka bersihkan bagian duduk kloset menggunakan sabun terlebih dahulu. Setelah itu, pemudik bisa menggunakannya dan jangan lupa membersihkan kembali organ intimnya.

    "Infeksi jamur paling rawan terjadi bagi kaum perempuan terutama yang menggunakan pembalut. Karena terlalu memaksakan perjalanan, mereka lupa menggantinya dengan yang baru sehingga timbul infeksi jamur," ujarnya.

    Tidak hanya penyakit, rasa lelah yang teramat berat juga rawan terjadi di kalangan pemudik. Mereka memaksakan perjalanan karena ingin cepat sampai ke kampung halaman, tanpa memikirkan kondisi tubuh.

    "Kalau lelah sebaiknya istirahat, jangan dipaksakan karena bisa menurunkan tingkat kewaspadaan berkendara yang berdampak pada kecelakaan lalu lintas," katanya.

    Baca berita Mudik lainnya di Ramadan.tempo.co

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.