Mudik 2019, Waspadai Titik Rawan Macet Menuju Pelabuhan Merak

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah kendaraan mengantre untuk masuk ke kapal di Pelabuhan Merak, Banten, pada mudik Lebaran 2018, Rabu dinihari, 13 Juni 2018. Sebanyak 58 kapal disiapkan untuk berlayar di enam dermaga Pelabuhan Merak guna mengantisipasi lonjakan penumpang, yang diprediksi terjadi pada Rabu pagi ini. Tempo/Amston Probel

    Sejumlah kendaraan mengantre untuk masuk ke kapal di Pelabuhan Merak, Banten, pada mudik Lebaran 2018, Rabu dinihari, 13 Juni 2018. Sebanyak 58 kapal disiapkan untuk berlayar di enam dermaga Pelabuhan Merak guna mengantisipasi lonjakan penumpang, yang diprediksi terjadi pada Rabu pagi ini. Tempo/Amston Probel

    TEMPO.CO, Serang - Pada arus mudik 2019, Para pemudik yang akan melintasi wilayah Serang menuju Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten, diimbau mewaspadai sejumlah titik rawan kemacetan di jalur alteri (luar tol) Serang – Merak. Kemacetan ini disebabkan peningkatan aktivitas masyarakat seperti pasar musiman, keluar masuknya karyawan ke setiap Industri dan pasar tumpah di sepanjang jalur menuju Pelabuhan Merak.

    Baca juga: Mudik 2019, Tarif Penyeberangan Merak Malam dan Siang Dibedakan

    Direktur Lalu Lintas Polda Banten Komisaris Besar Polisi Wibowo mengatakan, untuk mengurai kemacetan polisi akan melakukan sejumlah rekayasa lalu lintas. Menurutnya, pasar tumpah mempersempit jalan sehingga laju kendaraan tersendat. “Akan ada penyempitan jalan khususnya jalan nasional, banyak kendaraan besar yang melintas di lokasi pasar tumpah. Ini menjadi faktor kemacetan. Pasti ada rekayasa lalu lintas,” ujar Wibowo Rabu, 22 Mei 2019.

    Dari data yang dihimpun Tempo, titik kemacetan yang terjadi di jalan Serang – Merak untuk di daerah Kabupaten Serang yakni terjadi di Simpang Tiga Asem, Depan PT Pongwon, Depan PT Nikomas, Pasar Tambak, Pasar Keragilan, Pasar Ciruas dan Simpang Serdang.

    Sedangkan untuk di wilayah Kota Serang yaitu Pasar Kalodran, Terminal Pakupatan, Alun-Alun Kota Serang/ Ramayana. Untuk di Kota Cilegon yakni simpang Pondok Cilegon Indah (PCI), Pusat Perbelanjaan Cilegon Center Mall, Ramayana dan Mayofile, Simpang Empat SPIJ dan Pintu masuk Pelabuhan Merak.

    Sementara untuk di jalur arteri yang menjadi titik macet akan dipasang barikade atau pembatas jalan, pengaturan lalu lintas, dan pengamanan jalur. “Kami akan melibatkan aparatur desa dan tokoh masyarakat agar di jalur nasional tidak digunakan aktivitas yang dapat menghambat lalu lintas,” kata Wibowo.

    Menurutnya, potensi kemacetan di jalur Pelabuhan Merak antara lain di Hotel Sony, fly over, lokasi keluar masuk kendaraan di Terminal Terpadu Merak (TTM) dan gerbang masuk dermaga enam Pelabuhan Merak. “Potensi titik macet banyak sekali, tidak sebanding dengan lebar jalan. Satu kendaraan berhenti akan berdampak pada kendaraan di belakang, ini yang akan saya barikade,” ujar Wibowo.

    Menurut Wibowo, selain di jalur tersebut, titik macet terjadi di jalan tol. Ada beberapa rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan apabila volume kendaraan meningkat tajam dan menimbulkan kemacetan. “Kami akan lakukan pengalihan arus kendaraan. Hal ini akan kami lakukan apabila terjadi kemacetan di gerbang tol sampai ekornya di KM 95,” katanya.

    Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Banten Tri Nurtopo meminta kepada perusahaan otobus agar menggunakan tarif batas atas dan bawah pada arus mudik dan balik Idul Fitri 1440 Hijriah.

    Tri Nurtopo mengatakan, berdasarkan aturan yang berlaku, saat ini angkutan penumpang tidak diperkenankan menerapkan tuslah atau biaya tambahan. “Dari pemerintah pusat tidak boleh ada tuslah,” katanya.

    Menurutnya, agar tarif angkutan penumpang tidak liar, pihaknya akan melakukan pengawasan di sejumlah titik di waktu-waktu padat penumpang. Dalam sidak tersebut pihaknya akan menggandeng sejumlah pihak seperti kepolisian dan Dishub kabupaten/kota. “Itu berlaku untuk AKAP (antar kota antar provinsi-red) dan AKDP (antar kota dalam provinsi),” katanya.

    Baca berita Mudik 2019 lainnya di Tempo.co


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.