Festival Ramadan Marapada dengan Kekhasan Budaya Ternate

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Masjid Kesultanan Ternate. kemenag.go.id

    Masjid Kesultanan Ternate. kemenag.go.id

    TEMPO.CO, Ternate - Festival Ramadan Maparada di Ternate, Maluku Utara (Malut), 11 Mei sampai 1 Juni 2019 menampilkan kekhasan budaya Ternate yang umumnya bernuansa Islam.

    Baca juga: Pedagang Lemang pun Kelimpahan Rezeki selama Ramadan

    Ketua Umum Panitia Festival Ramadhan Maparada, Firman Mudjafar Sjah di Ternate, Selasa, 14 Mei 2019, mengatakan pada festival yang merupakan penyelenggaraan tahun kedua itu akan tampilkan berbagai seni budaya Ternate baik dalam bentuk tarian, lagu maupun atraksi lainnya.

    Selain itu, akan ditampilkan berbagai lomba bernuansa Islam seperti tilawatil Alquran, gendang sahur, kaligrafi, azan dan jujaru atau pemilihan wanita muslimah yang nantinya akan disiapkan menjadi duta wisata halal Ternate.

    Festival ini nantinya diharapkan masuk akan diupayakan masuk kalender kegiatan pariwisata nasional. Menurut Firman, festival ini juga akan dimeriahkan pula pawai obor yang dirangkaikan dengan kegiatan Kesultanan Ternate berupa ritual ela-ela pada malam ke-27 Ramadan. Ritual ini digelar untuk menyambut malam turunnya lailatul qadar.

    Kegiatan lainnya yang akan ditampilkan adalah kampung Ramadan dan ngabuburit di kawasan Ngara Lamo. Kegiatan itu akan melibatkan para orang tua dan anak-anaknya. Ada pula berbagai kuliner dan kebutuhan saat Ramadan.

    Firman mengatakan, penyelenggaraan Festival Ramadan Maparada tersebut selain dapat menjadi tujuan wisata religi, juga menjadi sarana untuk mengembangkan dan melestarikan budaya Ternate, yang belakangan ini mulai dilupakan generasi muda.

    Filosofi budaya matoto agama dan agama matoto kitabullah yang artinya adat berlandaskan agama, dan agama berlandaskan Alquran diharapkan tetap menjadi pegangan dan mewarnai perilaku kehidupan masyarakat di daerah ini melalui penyelenggaraan Festival Ramadan Maparada itu.

    Ia mengharapkan dukungan dari Pemkot Ternate dan berbagai pihak terkait lainnya untuk menyukseskan penyelenggaraan Festival Ramadan Maparada tersebut. Sebab, kegiatan itu akan semakin menguatkan Ternate sebagai kota budaya yang selama ini sudah dicanangkan Pemkot Ternate.

    Selain Festival Ramadan Maparada, Festival lain yang digelar di Ternate untuk pelestarian budaya dan promosi wisata adalah Festival Legu Gam yang digelar setiap April dan Festival Kora-Kora yang dirangkaian dengan peringatan Hari Jadi Ternate setiap Desember.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sidang MK Terkait Sengketa Pilpres 2019 Berlangsung Dua Pekan

    Sidang MK terkait sengketa Pilpres 2019 memasuki tahap akhir. Majelis hakim konstitusi akan membacakan putusannya pada 27 Juni. Ini kronologinya.