Cerita Ayudia Bing Slamet Siapkan Menu Sahur untuk Suami

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Artis dan juga musisi, Ayudia Bing Slamet saat berkunjung ke Kantor Tempo di Jakarta, 29 Agustus 2018. TEMPO/Fardi Bestari

    Artis dan juga musisi, Ayudia Bing Slamet saat berkunjung ke Kantor Tempo di Jakarta, 29 Agustus 2018. TEMPO/Fardi Bestari

    TEMPO.CO, Jakarta - Ayudia Bing Slamet tidak kerepotan saat menyiapkan menu sahur dan berbuka untuk suaminya, Muhammad Pradhana Budiarto atau yang akrab disapa Ditto. Sebab, yang terpenting adalah menunya harus pedas.

    Baca juga: Ayudia Bing Slamet Jadi Fotografer Persalinan Putri Marino

    "Ditto suka banget makan yang pedas, apapun itu makanannya yang penting pedas. Porsi sih dia enggak terlalu banyak, karena kalau sahur jarang makan banyak. Yang penting pedas aja," kata Ayudia ditemui di Jakarta, Senin, 13 Mei 2019.

    Untuk pemilihan menu, Ayudia lebih suka menyiapkan masakan yang mudah dibuat khususnya ketika sahur.

    "Masaknya sih macam-macam tapi yang jelas bikin lauk yang enggak mudah basi. Bikin ayam, ikan," tutur Ayudia yang pernah membintangi sejumlah sinetron itu.

    Ditto pun mengakui kalau dia penggemar makanan dengan banyak cabai. Baginya, hidangan yang tak pedas itu kurang nikmat.

    "Sebenarnya bukan gimana, karena udah kebiasaan pedas aja. Kalau enggak pedas kayak enggak bisa makan, kayaknya enggak sedap aja," ujar Ditto.

    Sementara itu, soal anak semata wayang mereka, Sekala Bumi, Ayudia dan Ditto sudah mulai memberikan pengetahuan tentang puasa. "Jelas berbeda karena Sekala sekarang umur tiga tahun. Kita kasih tahu puasa kayak gimana meskipun dia biasa aja," kata Ditto.

    Setelah resmi menjadi suami dan istri, Ayudia dan Ditto merasa lebih nikmat menjalani ibadah selama Ramadan. Ditambah lagi dengan kehadiran anak mereka, Sekala Bumi.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.