JNE Perkirakan Jumlah Pengiriman Naik 30 Persen di Puncak Ramadan

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas mengecek alamat paket sebelum dikirim, di Kantor Pusat JNE, Jakarta, 16 Oktober 2017. Tempo/Tony Hartawan

    Petugas mengecek alamat paket sebelum dikirim, di Kantor Pusat JNE, Jakarta, 16 Oktober 2017. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir atau JNE memprediksi pengiriman pada musim puncak Ramadan dan Idul Fitri naik 30 persen. Untuk menghindari masalah, JNE melakukan berbagai antisipasi dan persiapan dari sisi operasional.

    Baca juga: Mulai Besok, JNE Berlakukan Tarif Ongkir Baru

    Di antaranya menambah 10 persen sumber daya manusia dan armada, dari jumlah karyawan yang saat ini sekitar 45.000 personel, dan 7.000 unit armada yang telah beroperasi. “JNE juga memastikan titik-titik layanan, khususnya kantor pusat dan kantor cabang di kota-kota besar setiap provinsi dapat melayani kebutuhan pengiriman pelanggan selama 24 jam,” kata VP of Marketing JNE Eri Palgunadi, Rabu, 8 Mei 2019.

    JNE akan memberikan promosi bebas ongkos kirim di dua e-Commerce, yakni Bukalapak dan Tokopedia.

    Promo ini diharapkan bisa membantu meningkatkan penjualan para pedagangan online sekaligus memberikan kemudahan kepada para pembeli.

    Eri Palgunadi mengatakan promo di Bukalapak berlangsung mulai 1-31 Mei 2019 dengan menggunakan kode voucher “PAKAI JNE”. Sementara itu, di Tokopedia periode promo dimulai pada 6 – 31 Mei 2019.

    JNE juga memberikan bebas biaya kirim layanan International Service, khusus untuk pengiriman ke negara-negara di Timur Tengah.  Program ini berlaku mulai 1 – 30 Mei 2019 dengan maksimum berat paket 2 kg.

    “Di momen Ramadan dan Idul Fitri, semangat berbagi meningkatkan kebutuhan pengiriman paket. Oleh karena itu, dengan semangat Connecting Happiness JNE pun ingin berbagi melalui program menarik,” kata Eri.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.