Polda Yogyakarta Imbau Warga Tak Gelar Sahur On The Road

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi sahur on the road. TEMPO/Iqbal Lubis

    Ilustrasi sahur on the road. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta mengimbau warga sebisa mungkin tak melakukan aktivitas sahur on the road atau kegiatan membagikan santap sahur di jalanan. Ini untuk mengantisipasi berulangnya tindak kriminalitas seperti tahun lalu.

    Baca: Pulang Sahur on the Road, Mahasiswa UGM Tewas Dibacok

    “Untuk fenomena sahur on the road, kami kira di wilayah Yogya semua masih ingat tahun lalu ada peristiwa (kriminalitas) yang mengakibatkan jatuh korban meninggal dunia,” ujar juru bicara Kepolisian DIY, Ajun Komisari Besar Polisi Yuli Yanto, Selasa 7 Mei 2019.

    Pada Ramadan tahun lalu, seorang mahasiswa Universitas Gadjah Mada Dwi Ramadhani Herlangga, 26 tahun, menjadi korban penganiayaan orang tidak dikenal di Simpang Empat Mirota, Kota Yogyakarta, usai membagi-bagikan santap sahur bersama teman-temannya.

    Sempat dilarikan ke rumah sakit, mahasiswa asal Semarang, Jawa Tengah, itu meninggal dunia akibat luka bacok terlalu parah di punggungnya. Belakangan diketahui, para penganiaya mengaku jika aksinya salah sasaran. “Meski mungkin tak berhubungan langsung (aktivitas sahur on the road) dengan peristiwa kriminalitas itu, kami kira lebih bagus warga juga menjaga keamanan untuk dirinya,” ujar Yuli.

    Menurut Yuli, ada banyak hal positif untuk kegiatan selama bulan puasa. Misalnya membagikan santap sahur ke kalangan masyarakat yang sudah ditentukan. Sehingga tidak perlu dilakukan dengan cara bergerak berkeliling jalanan yang bisa menimbulkan potensi kerawanan, misalnya gesekan dengan kelompok lain.

    Imbauan serupa diserukan Kepala Kepolisian Resor Kota Yogyakarta, Komisaris Besar Polisi Armaini. Dia mendorong warga mencari jalan yang positif dalam beramal yang lebih aman. "Kegiatan itu bisa berpotensi kecelakaan lalu lintas karena dilakukan di waktu hari masih gelap, kurang tidur dan bisa membahayakan diri,” ujarnya.

    Baca: Siswa SMAN 29 Tewas Saat Sahur On The Road, Ciri Pelaku Diketahui

    Armaini pun mengimbau warga melakukan kegiatan amal dengan cara positif lain seperti menggandeng masjid, musala, kelembagaan agama di masyarakat untuk menitipkan santap sahur di tempat itu. “Jadi tidak harus keliling naik motor dini hari," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.