Yang Didapat Syahrini dari Pengajian Menjelang Ramadan

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Syahrini menggandeng lengan suaminya, Reino Barack dalam konferensi di Jakarta, Ahad, 10 Maret 2019.  Di hadapan awak media, pengantin baru itu menceritakan tentang pernikahan mereka, yang selama ini tidak dipublikasikan. Tabloidbintang.com/Altov

    Syahrini menggandeng lengan suaminya, Reino Barack dalam konferensi di Jakarta, Ahad, 10 Maret 2019. Di hadapan awak media, pengantin baru itu menceritakan tentang pernikahan mereka, yang selama ini tidak dipublikasikan. Tabloidbintang.com/Altov

    TEMPO.CO, Jakarta - Syahrini mengakhiri masa lajang setelah diperistri pengusaha kaya Reino Barack pada 27 Februari 2019. Hingga kini, pernikahan yang berlangsung di Tokyo, Jepang, itu masih jadi perbincangan hangat. 

    Baca juga: Syahrini Pamer Kemesraan, Netizen Fokus Reaksi Anyep Reino Barack

    Ada yang turut bahagia, tapi tidak sedikit juga yang justru memberi komentar negatif kepada pernikahan Syahrini dan Reino Barack. Syahrini santai saja menanggapi hujatan netizen. Dalam sebuah wawancara dengan tayangan Silet, Syahrini mengungkapkan bahwa pernikahan merupakan hal yang dibenci oleh setan. 

    "Setan itu membenci orang yang melakukan pernikahan. Jadi di Indonesia ini yang melakukan ibadah dan menikah malah digunjang-ganjing yah," kata Syahrini seperti dikutip TabloidBintang.com, Selasa, 2 April 2019. 

    Ungkapan tadi, kata Syahrini, dia dengar dari seorang ustaz dalam sebuah pengajian yang diikutinya bersama sang suami beberapa waktu lalu. 

    "Kemarin itu ada pengajian yah, pengajian menjelang Ramadan, aku ngajak suami. Enak gitu di hati," kata Syahrini. 

    Dari pengajian tersebut, Syahrini juga mengetahui bahwa ibadah yang dilakukan setiap pasangan setelah menikah akan mendapat pahala lebih banyak. 

    "Ibadahnya pasangan suami istri dilipatgandakan, tatapannya jadi ibadah, sentuhannya jadi ibadah," kata Syahrini.

    TABLOIDBINTANG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.