Alasan Pemudik yang Lebih Pilih Pakai Sepeda Motor untuk Mudik

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemudik dengan sepeda motor membawa barang bawaan yang banyak dan seorang anak saat melintasi jalur Karawang, Jawa Barat, 10 Juni 2018. Masyarakat Transportasi Indonesia memprediksi 6,39 juta orang akan menggunakan sepeda motor untuk mudik. Tempo/Fakhri Hermansyah

    Pemudik dengan sepeda motor membawa barang bawaan yang banyak dan seorang anak saat melintasi jalur Karawang, Jawa Barat, 10 Juni 2018. Masyarakat Transportasi Indonesia memprediksi 6,39 juta orang akan menggunakan sepeda motor untuk mudik. Tempo/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Brebes - Dari tahun ke tahun, jalur Pantura Brebes, Jawa Tengah menjadi jalur yang diserbu para pemudik yang mengendarai sepeda motor. Pada H-2 hari raya Idul Fitri, sejumlah ruas jalan pantura menuju arah timur terlihat ramai oleh pemudik sepeda motor sejak pagi hari.

    Dari pantauan, rata-rata sepeda motor pemudik berpelat nomor wilayah DKI Jakarta dan Jawa Barat. Para pemudik itu turut membawa barang bawaan serta anak-anak kecil. Pemerintah telah mengimbau pemudik untuk berangkat ke kampung halaman menggunakan transportasi lain selain sepeda motor demi keamanan. Namun para pemudik memiliki alasan tersendiri untuk tetap mudik menggunakan sepeda motor.

    Baca: Mudik Lebaran, 5000 Penumpang Gunakan Kereta Bandara

    Salah satu pemudik sepeda motor, Icung, 40 tahun, mudik bersama istrinya, Soleha dan putrinya, Riani (9) . Mereka berangkat dari Tambun, Bekasi pada Selasa, 13 Juni lalu sekitar pukul 05.17 WIB dengan menggunakan sepeda motor Honda Beat.

    Icung mengungkapkan alasannya lebih memilih mudik dengan sepeda motor. "Karena lebih praktis dan hemat," kata dia. Di kampung halaman pun, ia bisa melakukan mobilitas kemanapun dengan lebih leluasa ketimbang jika ia tidak membawa kendaraan.

    Icung dan keluarga yang akan mudik ke Nyangkringan Weleri ini mengaku perjalanan mudik tahun ini lebih lancar dari tahun sebelumnya. Ia berhenti untuk istirahat tiga kali di Tegal Gubug Cirebon, Gebang, Kaligangsa Timur Kota Tegal dan mengalami macet hanya saat melintas di Kota Cirebon.

    Baca: Cara Grab Beri Penghasilan Mitranya di Kampung saat Mudik

    Hal senada diungkapkan pemudik dari Bintaro, Suroso, 30 tahun yang berangkat dari Bintaro pada pukul 06.00 WIB dengan tujuan Tempuran, Kabupaten Magelang.

    Selama perjalanan, Suroso mengaku tidak mengalami kendala. Perjalanannya hanya tersendat sebentar di Kota Cirebon.

    Suroso memilih mudik menggunakan kendaraan roda dua sendiri karena istri dan putrinya sudah mudik menggunakan kendaraan umum. "Saya juga membutuhkan kendaraan saat berada di kampung," ujarnya.

    Baca: Angkasa Pura II: Jumlah Arus Balik Bisa Lebih Tinggi dari Mudik

    Namun Suroso enggan untuk ikut program pemerintah seperti mudik dengan sepeda motor dengan kereta api, karena ia merasa malas mencari informasi dan menyiapkan keperluan untuk mendaftar.

    Meski begitu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengklaim pada arus mudik 2018, jumlah pemudik yang menggunakan sepeda motor sudah jauh berkurang. Dari data tiga hari terakhir, terjadi penurunan terhadap jumlah kendaraan roda dua sebesar 12 persen dan juga penurunan jumlah kecelakaan lalu lintas 30-40 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.