Ceramah Tarawih, JK Sebut Pentingnya Kerja Sama Ulama dan Umara

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla mengisi ceramah tarawih di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat, 24 Mei 2018. Tim Media Wapres

    Wakil Presiden Jusuf Kalla mengisi ceramah tarawih di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat, 24 Mei 2018. Tim Media Wapres

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla menekankan pentingnya kerja sama antara ulama dan umara (pemimpin pemerintahan). Hal tersebut ia sampaikan saat mengisi ceramah tarawih di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat, Kamis malam, 24 Mei 2018.

    "Pemimpin serta alim ulama harus kerja sama agar umat ini melampaui hidup di dunia akhirat dengan baik," ujarnya.

    Baca: Jusuf Kalla: Konferensi Bogor Awal Perdamaian Afganistan

    JK, sapaan Kalla, menuturkan setiap umara di dunia selalu mencita-citakan suatu negeri yang damai, makmur, aman, dan diridai Allah SWT. Untuk mewujudkan hal itu, kata JK, butuh pemimpin yang amanah dan adil. Adapun peran ulama adalah memberikan petunjuk kepada umara agar dapat memenuhi kepercayaan masyarakat.

    Baca: JK Terbang ke Turki Hadiri KTT Luar Biasa OKI Soal Palestina

    Menurut JK, ada contoh negara Islam yang ulama dan umaranya tak memiliki kerja sama yang baik. Ia menyebutkan Afghanistan dan Irak begitu kacau karena terjadi pemberontakan dan perang setiap hari. Kendati begitu, masyarakat pada akhirnya tetap meminta petunjuk ulama.

    Kondisi itu, kata Jusuf Kalla, juga terjadi di Indonesia. Ulama selalu menjadi pihak pertama yang selalu diingat dalam kondisi apa pun. "Kalau sakit keras atau ada keluarga meninggal, yang pertama diingat tentu ulama mendoakan atau memberi petunjuk. Tapi, kalau senang sekali, mau perkawinan, bangun rumah, naik haji, selalu juga undang para ulama. Jadi senang sekali, susah sekali, tetap ulama," ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Banjir Jakarta, Bolak-Balik Terendam Akibat Cuaca Ekstrem

    Banjir Jakarta bolak-balik terjadi. Kali ini akibat cuaca ekstrem. BPBD sebut 10,74 persen RW di ibu Kota terdampak.