Senin, 20 Agustus 2018

JJ, Wasit Sepak Bola Muslim Wanita Pertama dalam Sejarah Inggris

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jawahir Roble.[Barcroft images via dailymail.co.uk]

    Jawahir Roble.[Barcroft images via dailymail.co.uk]

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang wanita muda asal Somalia telah membuat sejarah dengan menjadi wasit muslim wanita sepak bola pertama di Inggris. Jawahir Roble, wanita muda berusia 24 yang dikenal sebagai JJ, pergi dari Somalia menuju tanah Inggris bersama keluarganya saat masih anak-anak dan kini ia menjadi seorang pejabat resmi Asosiasi Sepakbola Inggris (FA).

    Setelah kuliah jursan IT di universitas, JJ membuat keputusan untuk mendedikasikan dirinya sebagai wasit profesional setelah diminta menjadi wasit di liga lokal wanita di North West London saat remaja.

    Baca: Suap, Wasit Top Saudi Dilarang Pimpin Pertandingan Seumur Hidup

    JJ mengatakan bahwa kehadirannya di lapangan ditertawakan beberapa pemain dan butuh beberapa waktu untuk mendapatkan rasa hormat, tetapi sekarang dia menyenangi profesinya dan berharap bisa menjadi hakim lapangan pertandingan Liga Utama dan Liga Champions. JJ bertekad untuk menunjukkan kepada wanita bahwa mereka dapat melakukan apa pun yang mereka inginkan.

    Baca: 10 Wanita yang Paling Dikagumi oleh Masyarakat Indonesia

    "Ketika saya pertama kali muncul ke pertandingan, Anda bisa mendengar beberapa anak laki-laki hanya terkikik, 'Tidak mungkin dia adalah wasit? Tidak!'"ujar JJ saat menceritakan pertama kali menjadi wasit, seperti dilansir dari dailymail, 22 Mei 2018.

    Jawahir Roble.[Barcroft images via dailymail.co.uk]


    JJ mengungkapkan tidak mendapat diskriminasi karena jenis kelamin. Bahkan JJ bercerita pernah ada seorang pria mendatanginya dan berkaya,"Saya sangat menyukai para wasit wanita, mereka baik". Namun JJ mengakui tidak mendapat tanggapan baik dari netizen terkait profesinya sebagai wasit.

    "Mereka mengatakan hal-hal seperti,'Kamu bahkan tidak mengikuti agama, kamu tidak mengikuti budaya.' Saya tidak tahu, beberapa hal aneh," tutur JJ menirukan tanggapan netizen.

    "Tentu saja, sepakbola tidak ada dalam budaya saya, tidak. Tapi Anda tahu, saya di sini untuk menghapus stereotipe. Anak perempuan bisa bermain sepak bola, anak perempuan bisa melakukan apa pun yang mereka inginkan. JJ Menjelaskan bahwa dia percaya bahwa menjadi seorang Muslim tidak memisahkan seorang wanita dan seorang wasit satu sama lain.

    "Agama saya, itu adalah bagian dari diri saya, dan saya menyukainya," kata JJ.

    Baca: Hari Kartini 2018: Inspirasi Greysia / Apriyani untuk Berprestasi


    JJ ingin mendorong lebih banyak wanita untuk menggemari dan bahkan ikut dalam sepak bola, mengambil bagian dalam olahraga apa pun dan mengikuti impian mereka tanpa memikirkan hambatan. JJ menceritakan tentang awal kecintaannya pada sepakbola dan mengingat bagaimana dia bisa bermain di antara reruntuhan jalan-jalan Mogadishu yang dilanda perang.

    "Di Somalia ada perang dan serangan acak setiap hari. Saya ingat pergi ke sekolah, pulang ke rumah dan bersantai dengan saudara-saudara saya dan bermain [sepak bola] di jalan," kenang JJ. Saat ini JJ berada di tingkat tujuh, tetapi ia mengejar promosi ganda ke tingkat lima. Mentornya, Alan Hill, seorang pelatih wasit, percaya bahwa anak-didiknya memiliki potensi bahkan ke tingkat satu.


    "Dia memiliki ambisi itu. Sekarang saya bisa mengeluarkan dia di tangga pertama dan itu tergantung pada komitmennya jika dia ingin melakukannya. Dia adalah wasit yang baik," ujar pelatih wasit itu. JJ menambahkan bercita-cita dalam sepuluh tahun ke depan ia bisa menjadi wasit sepak bola profesional di liga papan atas, seperti Liga Premier atau Liga Champions.


     

     

    Lihat Juga