Senin, 20 Agustus 2018

Jokowi Minta Kapolri Kendalikan Keamanan Menjelang Bulan Puasa

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden memberikan keterangan pers usai meninjau lokasi pengeboman di Surabaya. Video: Biro Pers Setpres

    Presiden memberikan keterangan pers usai meninjau lokasi pengeboman di Surabaya. Video: Biro Pers Setpres

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo memerintahkan institusi Kepolisian RI, Tentara Nasional Indonesia, dan Badan Intelijen Negara bekerja sama mengamankan Indonesia menjelang puasa Ramadan 2018. "Saya sudah perintahkan kepada Kapolri, Panglima (TNI), dan Kepala BIN untuk terus menjaga, mengendalikan keamanan, dan mengedepankan semangat persaudaraan dan kerukunan sosial kita karena besok kita segera menyongsong pelaksanaan ibadah puasa," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 16 Mei 2018.

    Permintaan itu disampaikan Jokowi dalam sidang kabinet paripurna yang dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla serta para menteri Kabinet Kerja. "Sehingga kita harapkan umat Islam bisa menunaikan ibadah puasanya dengan rasa aman dan penuh kedamaian," ujarnya.

    Dalam sepekan terakhir, kelompok teroris melancarkan serangan di sejumlah tempat. Serangan pertama terjadi pada 8 Mei lalu, yang ditandai dengan kerusuhan di rumah tahanan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. Dalam peristiwa itu, lima polisi gugur dan satu narapidana teroris tewas.

    Selanjutnya pada 13 Mei 2018, Kota Surabaya diguncang serangkaian serangan bom bunuh diri. Belasan orang tewas dan puluhan lain luka-luka. Kelompok teroris tidak berhenti di situ. Pagi tadi, giliran kantor Polda Riau yang menjadi sasaran. Empat pelaku tewas serta sejumlah masyarakat dan polisi menderita luka-luka.

    Presiden berharap serangan teror yang terjadi di Indonesia tidak mengganggu masyarakat muslim yang tengah menyambut puasa Ramadan 2018. Ia telah meminta para menteri dan kepala badan lembaga non-kementerian tetap fokus bekerja. Mereka juga diminta membantu petugas keamanan menciptakan suasana aman. "Kepada seluruh menteri dan kepala badan, bahwa narasi ke dunia internasional sangat penting sekali, bahwa Indonesia aman, dan kita semua fokus untuk bekerja," ucapnya.


     

     

    Lihat Juga