JADWAL IMSAK DKI JAKARTA

Rabu, 4 Agustus 2021

Inilah Negara dengan Waktu Puasa Terlama dan Terpendek Tahun Ini

Reporter : Moh Khory Alfarizi

Editor : Erwin Prima


Selasa, 15 Mei 2018 12:33 WIB

Orang berkumpul untuk berbuka puasa bersama, yang diselenggarakan oleh Yayasan Adaleh, di tengah bangunan yang rusak di kota Douma yang dikepung pemberontak, di sebelah timur Damaskus, Suriah, 18 Juni 2017. REUTERS

TEMPO.CO, Dubai - Bulan puasa tinggal hitungan hari. Muslim di seluruh dunia akan berpuasa dari fajar hingga senja selama Ramadan, dengan waktu puasa tergantung pada musim dan garis lintang tempat itu, sebagaimana dilansir laman Gulf News, 15 Mei 2018.

Baca: 4 Makanan Penangkal Sakit Saat Puasa Ramadan

Dalam tiga tahun terakhir, waktu puasa rata-rata lebih lama, hal tersebut terjadi karena bertepatan dengan musim panas di Timur Tengah dan Asia Selatan. Tahun ini, waktu puasa akan berjalan antara 11 dan 21 jam, tapi mayoritas umat Islam berpuasa sekitar 15 jam.

Negara dengan waktu puasa terlama dan terpendek tahun 2018. Kredit: Gulf News

Negara-negara yang berada di sekitar garis khatulistiwa seperti Uni Emirat Arab, Arab Saudi, India dan Pakistan memiliki durasi puasa mulai dari 15 jam hingga 16 jam. Dengan musim panas yang membakar, menjadikan pengalaman puasa lebih keras.

Bergeser dari khatulistiwa, negara-negara di belahan bumi utara memiliki durasi terpanjang puasa hingga 21 jam, sedangkan di belahan selatan memiliki waktu tercepat sekitar 11 jam. Durasi waktu terpanjang ditempati Greenland 21 jam 2 menit, Islandia 21 jam, Finlandia 19 jam 56 menit dan Norwegia 19 jam 48 menit.

Sedangkan negara dengan waktu terpendek dua tahun berturut-turut, yaitu Argentina dengan durasi puasa 11 jam 32 menit. Sementara Sydney, Australia, memiliki durasi puasa 11 jam 35 menit. Untuk masyarakat muslim Indonesia akan menjalankan puasa dengan durasi 13 jam 10 menit.

Di Eropa, jam puasa kurang lebih sama dengan tahun lalu. Muslim di Inggris berpuasa dengan waktu 18 jam 34 menit.

Berbeda dengan negara-negara yang berada di wilayah barat laut Kanada. Negara di lokasi itu memiliki tantangan lebih, karena memiliki waktu siang hari yang abadi, hampir tidak ada pemisah antara siang dan malam.

Misalnya, di sebagian besar kota Norwegia, tidak ada indikasi awal dan akhir waktu buka puasa karena matahari ada di tengah malam. Fenomena alam ini terjadi antara pertengahan Juni dan Juli. Muslim yang tinggal di tempat tersebut disarankan oleh para ulama untuk mengikuti jam puasa di Mekkah atau negara Timur Tengah terdekat.

GULF NEWS | AL JAZEERA

 

KOMENTAR

JADWAL IMSAK DKI JAKARTA

Rabu, 4 Agustus 2021

Terpopuler