Senin, 20 Agustus 2018

Ramadan, Komunitas Lintas Agama Ikut Bersihkan Masjid Istiqlal

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kegiatan Bersih-bersih Tempat Ibadah dalam rangka menyambut Ramadan 1439 H di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat pada Senin, 14 Mei 2018. TEMPO/Salsabila Putri Pertiwi

    Kegiatan Bersih-bersih Tempat Ibadah dalam rangka menyambut Ramadan 1439 H di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat pada Senin, 14 Mei 2018. TEMPO/Salsabila Putri Pertiwi

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia menggelar acara Bersih-bersih Tempat Ibadah di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, untuk menyambut Ramadan 1439 H.

    Menurut Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya Kemendikbud RI Nadjamuddin Ramly, kegiatan yang berlangsung hingga tanggal 15 Mei 2018 tersebut tidak cuma melibatkan petugas kebersihan Istiqlal dan kelompok dari umat Islam, tetapi juga sejumlah komunitas lainnya.
     
    "Kami sudah dikonfirmasi bersih-bersih kali ini melibatkan Mapala Universitas Indonesia, juga pecinta alam dari Universitas Negeri Jakarta, mungkin juga dari Trisakti, dari UIN Syarif Hidayatullah, dan beberapa komunitas lainnya yang tidak berlabelkan kampus," ujar Najmuddin usai membuka acara Bersih-bersih Tempat Ibadah pada Senin pagi, 14 Mei 2018.

    Baca: Usai Salat Gerhana di Istiqlal, Warga Saksikan Merahnya Gerhana

     
    Menurut Najmuddin, anggota dari berbagai komunitas itu juga berasal dari agama yang berbeda pula. Dengan demikian ia menyebut Istiqlal sebagai simbol pemersatu bangsa yang tidak hanya dimiliki oleh umat Islam.

    Kegiatan Bersih-bersih Tempat Ibadah dalam rangka menyambut Ramadan 1439 H di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat pada Senin, 14 Mei 2018. TEMPO/Salsabila Putri Pertiwi

     
    Ananta, adalah salah seorang mahasiswa beragama katolik yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan bersih-bersih Masjid Istiqlal hari ini. Mahasiswa jurusan Arkeologi Universitas Indonesia itu mengatakan popularitas Masjid Istiqlal sebagai salah satu ikon Indonesia sekaligus masjid terbesar di Asia Tenggara mendorongnya untuk ikut memelihara kondisi masjid tersebut.
     
    "Kalau tadi sempat saya lihat-lihat juga, ternyata Masjid Istiqlal sudah jadi cagar budaya nasional dari SK Ketetapan Menteri Tahun 2017," kata mahasiswi itu. "Jadi sebagai mahasiswa Arkeologi, apa salahnya untuk menjaga cagar budaya?"
     
    SALSABILA PUTRI PERTIWI | TD

     

     

    Lihat Juga