Mudik, Hindari Jalur Bojonegoro-Ngawi-Cepu

Jum'at, 12 Juli 2013 | 06:50 WIB
Mudik, Hindari Jalur Bojonegoro-Ngawi-Cepu
Sejumlah kendaraan pemudik arus balik berjalan perlahan ketka melintas di jalur pantura, Tegal, Jateng, Jumat (24/8) malam. ANTARA/Oky Lukmansyah

TEMPO.CO, Bojonegoro - Para pemudik dihimbau untuk menghindari jalur tengah yang menghubungkan Bojonegoro-Ngawi dan Bojonegoro-Cepu-Blora. Sebab, perbaikan jalan yang menghubungkan jalur selatan dan pantai utara Jawa itu belum selesai hingga idul fitri mendatang.

Menurut juru bicara Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Hari Kristianto, proyek pelebaran jalan Bojonegoro-Ngawi-Cepu molor lantaran terganggu oleh kepadatan lalu lintas yang meningkat. Selain pelebaran jalan dari 8 meter menjadi 12 meter, di jalur ini ada dua proyek lain yakni pengurukan badan jalan dan pengurukan tanah untuk rel ganda serta proyek pengurukan tanah di areal ladang minyak Blok Cepu. “Kesibukan di jalur itu luar biasa," kata dia kepada Tempo, Kamis 11 Juli 2013.

Berdasarkan pantauan Tempo, pengecoran jalan antara Kecamatan Padangan Bojonegoro-Ngawi sepanjang 38 kilometer mengganggu arus lalu-lintas. Jalan tersebut hanya bisa digunakan setengahnya sehingga polisi memberlakukan sistem buka-tutup. Hal yang sama terjadi di Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro dan di kilometer 42, Pos Polisi Tinggang, Ngraho.

Jika perbaikan jalan tersebut kelar, mudik di jalur tengah bisa menjadi aktivitas yang menyenangkan. Pemudik dari Surabaya ke Semarang atau sebaliknya, bisa mengurangi jarak dan menghindari kepadatan lalu lintas antara Kabupaten Rembang Jawa Tengah dengan Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Jalan raya Bojonegoro-Ngawi sepanjang 70 kilometer dan Bojonegoro-Cepu yang berjarak 36 kilometer berada di tengah jalur lintas selatan dan pantai utara.

Kementerian Perhubungan memberi target kepada Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum untuk menyelesaikan perbaikan jalur mudik di Jawa pada 10 hari sebelum Lebaran. “Selesai di sini maksudnya benar-benar sudah tidak ada pekerjaan dan alat beratnya sudah tidak diparkir di badan jalan,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Soeroyo Alimoeso.

Menurut Soeroyo, ada sejumlah titik yang diperkirakan akan menjadi sumber kemacetan, antara lain arah keluar tol Cikampek, tepatnya di Simpang Jomin. Untuk mengatasi masalah ini, Kementerian akan mengalihkan lalu lintas kendaraan pribadi ke Jalur Ciasem dan Patok Besi. “Tapi jalur Ciasem juga sekarang masih diperbaiki,” ujar dia.

Direktur Jenderal Bina Marga Djoko Murjanto mengklaim perbaikan infrastruktur jalan sudah hampir selesai. "Sekitar 95 persen sudah kami perbaiki, artinya tinggal 5 persen," tutur dia. Ia mengatakan jalur Pantura yang melewati daerah Indramayu, Losari, dan Brebes sudah dikerjakan. "Pada 15 Juli semuanya selesai."

SUJATMIKO | PRAGA UTAMA | ERWAN HERMAWAN





Komentar


Bagikan Berita Ini