Titik Rawan Macet Versi Perhubungan di Pantura

Senin, 13 Agustus 2012 | 04:04 WIB
Titik Rawan Macet Versi Perhubungan di Pantura
Pemudik memadati jalan raya Sukamandi, Subang, Jawa Barat, Jumat (26/8). Puncak arus mudik melalui Jalur Pantura diperkirakan terjadi hari ini dan esok hari. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

TEMPO.CO , Jakarta: Kementerian Perhubungan menyatakan ada beberapa titik rawan kemacetan sepanjang jalur mudik. "Kami terus berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengatur lalu lintas di titik macet," kata Direktur Lalu Lintas Angkutan Jalan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Sugihardjo, ketika dihubungi Tempo.

Menurut Sugihardjo, ada beberapa titik rawan macet yang menjadi sorotan Kementerian Perhubungan. Ke arah barat, titik macet pertama ada di Cikarang. Di Cikarang, kemacetan lebih karena adanya persimpangan antara rel kereta api dan jalan utama.


Kemudian, bergeser ke arah Karawang, kemacetan terjadi di Simpang Tol Sadang. Titik kemacetan juga terjadi di Cikampek menuju Jatisari, Sukamandi, dan Ciasem. Kemacetan juga bisa terjad di daerah Patrol dan Lohbener.

Sugihardjo mengatakan, memasuki Jawa Tengah kemacetan parah bisa terjadi di Palimanan dan Pejagan. Untuk di Pejagan, kemacetan terjadi karena adanya persimpangan antara jalur kereta api dan jalan nasional yang menuju Brebes.

Menurut dia, kemacetan di pintu keluar Pejagan bisa diurai dengan mengalihkan lalin ke arah Kanci. Kemacetan juga akan terjadi di daerah Tegal.

Memasuki Semarang, kemacetan akan terjadi di jalan tol Semarang-Ungaran. Hal ini, kata Sugihardjo, karena pekerjaan jalan tol yang belum selesai dibenahi.

"Nantinya tol ini hanya digunakan satu arah saja dan melayani mobil-mobil pribadi (kecil)," ujar dia. Selain itu, perbaikan jembatan sepanjang Tegal-Semarang, seperti kabuyutan, juga sudah bisa dilalui.

Kemacetan di jalur selatan, menurut Sugihardjo, banyak terpusat di Ciawi, Puncak, Cicurug, Sukabumi, dan Cianjur. Potensi kemacetan juga akan terjadi di jalur utama mudik sepanjang Cileuyi, Malangbong, dan Ciawi.

Kementerian, kata dia, akan terus memantau titik-titik kemacetan tersebut dan melaporkannya ke kepolisian setempat untuk diatur rekayasa lalu lintasnya.

"Untuk pengaturan rekayasa lalu lintas akan dilakukan oleh kepolisian daerah, karena jika diserahkan ke sektor, takutnya akan bertabrakan dengan sektor lain," ujar Sugihardjo.

SYAILENDRA


 





 


Terpopuler:
Tak Dapat Tiket Mudik, Anggota TNI Ini Mengamuk

Jalur Lintas Timur Sumatera Layak untuk Mudik

Gubernur Tak Izinkan Pemudik Motor Lewat Tol

Jelang Lebaran, Harga Tiket Jayapura-Jakarta Naik

Tangkap Calo Kereta, Berhadiah Rp 500 Ribu

Pembenahan Jalur Mudik Tidak Tuntas

Waspadai Modus Kejahatan Geser Tas Saat Mudik

Tempat Istirahat Pemudik di Jalan Lintas Sumatera

Aroma Mudik Lebaran Mulai Terasa di Subang

Tangkap Calo Tiket Berhadiah Rp 500 Ribu

Komentar


Bagikan Berita Ini