Cuaca Ekstrim Jadi Ancaman Arus Mudik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pemudik lebaran. TEMPO/Dasril Roszandi

    Ilustrasi pemudik lebaran. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Balikpapan - Kementerian Perhubungan mengingatkan cuaca ekstrem jadi ancaman operator transportasi laut arus mudik Lebaran tahun ini. Badan Meteorologi dan Geofisika menyebutkan adanya permasalahan cuaca buruk dan ombak tinggi di beberapa perairan di Indonesia.

    "Ada laporan dari BMG beberapa wilayah yang ombaknya tinggi, karena cuacanya memang tidak menentu," kata Dirjen Perhubungan Laut, Bobby Mamahit, di Pelabuhan Semayang Balikpapan, Senin, 22 Juli 2013. Bobby menyebutkan sejumlah perairan yang perlu diwaspadai, yakni perairan Selatan Pulau Jawa, Nusa Tenggara, hingga Maluku.

    Ketinggian ombak memang membahayakan kapal angkutan berdimensi kecil. "Cuacanya memang berubah-berubah, kapal-kapal penumpang kecil mungkin harus wasapada," kata dia. Namun, dia tidak mengkhawatirkan kapal-kapal penumpang dan kapal barang yang berukuran besar. "Tidak masalah kalau yang besar, meski ombak juga cukup besar."

    BMG sendiri tidak mengetahui sampai kapan cuaca ekstrem dan ombak tinggi ini akan berakhir. Sehubungan itu, Bobby meminta kapal angkutan Lebaran mentaati aturan dan standar keselamatan dan keamanan pelayaran. Mereka harus dilengkapi peralatan keselamatan dan alat pemadam. Operator juga diminta mengontrol jumlah penumpang.

    Tahun lalu, berdasarkan data Kementerian Perhubungan, jumlah pemudik yang menggunakan moda angkutan laut mencapai 1,53 juta orang, naik 5 persen dari tahun sebelumnya.

    SG WIBISONO

    Baca Juga
    Stasiun Televisi Berlomba Suguhkan Acara Ramadan

    Acara Komedi Ramadan Diakui Masih Favorit

    50 Titik Rawan Kecelakaan Jalur Mudik Jawa Barat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Banjir Jakarta, Bolak-Balik Terendam Akibat Cuaca Ekstrem

    Banjir Jakarta bolak-balik terjadi. Kali ini akibat cuaca ekstrem. BPBD sebut 10,74 persen RW di ibu Kota terdampak.