Acara Komedi Ramadan Diakui Masih Favorit

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • menonton acara televisi. Tempo/Dinul Mubarok

    menonton acara televisi. Tempo/Dinul Mubarok

    TEMPO.CO , Jakarta - Acara humor atau komedi masih menjadi salah satu favorit pemirsa. Tak terkecuali di Bulan Ramadan. Hal tersebut pulalah yang menjadi salah satu alasan mengapa acara semacam ini marak di berbagai program acara Ramadan di berbagai stasiun televisi. (Baca: Ramadan, KPI Tegur 7 Acara Televisi)


    Ada dua stasiun televisi baru beberapa tahun terakhir yaitu, Kompas TV dan NET mengusung konsep lain acara komedi pada Bulan Ramadan kali ini. “Tidak bisa dipungkiri, program komedi untuk waktu sahur termasuk favorit pemirsa," kata Aditya Wardani, Section Head Public Relation NET.


    Namun untuk menghindari adanya hal-hal yg tidak diinginkan, menurut Aditya, NET. memang sengaja tidak memproduksi terlalu banyak program komedi. Sebagai televisi yang belum lama hadir di Indonesia, program yang ditayangkan oleh NET diakui belum banyak. Acara "The Comment Sahur" dan "NET 5" adalah program yang dibuat khusus oleh NET. untuk bulan Ramadan.


    Untuk acara sahur sendiri, NET. hanya menayangkan program ‘The Comment Sahur’. Namun, menurutnya, acara itu pun sudah melalui briefing yang ketat kepada dua host-nya, yakni Danang dan Darto.

    Begitupun dengan Kompas TV, televisi yang baru berdiri pada tahun 2011 ini baru tahun ini mengadakan tayangan untuk bulan Ramadan. ‘Program Udah Sahur Belum’ (USB) merupakan program yang ditayangkan pada waktu sahur (02.30-04.30 WIB) setiap hari selama bulan Ramadan.


    “Kita mau sebuah acara itu masih dalam kadar yang normal sebagai tontonan. Kita punya tanggung jawab moral terhadap tagline dari Kompas TV itu sendiri," kata Teezar Sjamsudin, Vice GM Production Entertainment Kompas TV.


    Jika menayangkan acara komedi, menurut dia, masih dalam batas normal, tidak main yang toyor-toyoran, gebuk-gebukan. "Ada Chemistry di antara hostnya aja sudah cukup,” kata Teezar. “Penonton loyalnya Kompas tv juga tidak mencari yang reaktif.”


    Dia menambahkan bahwa sesungguhnya menayangkan acara lawakan dapat diatur dan disesuaikan. “Joke itu kan tinggal kita mengolah aja mau dilihat dari sisi mana.”

    AISHA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Banjir Jakarta, Bolak-Balik Terendam Akibat Cuaca Ekstrem

    Banjir Jakarta bolak-balik terjadi. Kali ini akibat cuaca ekstrem. BPBD sebut 10,74 persen RW di ibu Kota terdampak.